Konten dari Pengguna

Mahasiswa KKA Unismuh Kendari Sukses Jalankan Program Kerja di Desa Kalaero

Alif Faidz

Alif Faidz

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari

·waktu baca 5 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Alif Faidz tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahasiswa Kuliah Kerja Amaliah (KKA) Kelompok 8 Universitas Muhammadiyah Kendari resmi merampungkan seluruh rangkaian program kerja mereka di Desa Kalaero, Kecamatan Lantari Jaya, Kabupaten Bombana. Sebanyak dua belas mahasiswa tiba di desa tersebut pada 3 Agustus 2026 dan resmi ditarik kembali pada 3 September 2026, setelah selama kurang lebih satu bulan menjalankan sejumlah kegiatan yang mencakup bidang sosial, pendidikan, keagamaan, hingga penataan administrasi desa, di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Elvina Sari Taufiq, S.T., M.P.W.

Desa Kalaero sendiri merupakan desa yang terletak di antara Desa Lombakasih dan Desa Langkowala, dengan jumlah penduduk kurang lebih 800 jiwa yang mayoritas berprofesi sebagai petani. Kondisi ini tidak lepas dari karakteristik wilayah desa yang 95 persen berupa daratan, dan 70 persen di antaranya merupakan lahan pertanian. Desa yang dipimpin oleh Kepala Desa H. Suwardi ini terbagi menjadi tiga dusun.

Rapat program kerja di balai desa kalaero, Bombana, Kamis (6/8/2026) Foto : Alif Faidz
zoom-in-whitePerbesar
Rapat program kerja di balai desa kalaero, Bombana, Kamis (6/8/2026) Foto : Alif Faidz

Berangkat dari Permasalahan di Lapangan

Sebelum menyusun program kerja, mahasiswa KKA melakukan observasi dan analisis situasi di lingkungan desa. Dari hasil pengamatan tersebut, ditemukan sejumlah persoalan yang menjadi perhatian, di antaranya kebun tanaman obat keluarga (toga) yang tidak terawat, fasilitas taman kanak-kanak yang kurang memadai, belum tersedianya plang batas dusun, peta desa yang minim atribut informasi, rendahnya kesadaran warga terhadap kebersihan bahu jalan, kurangnya silaturahmi antargenerasi muda, serta lingkungan pasar rakyat desa yang kurang terawat.

Berdasarkan temuan tersebut, mahasiswa kemudian menyusun dua kategori program kerja, yaitu program kerja utama dan program kerja tambahan, yang disesuaikan dengan kebutuhan riil masyarakat setempat.

1. Sosialisasi Muhammadiyah dan Pembuatan Video Profil Desa

Sebagai program kerja utama, mahasiswa menggelar sosialisasi sekaligus penjajakan pembentukan cabang dan ranting Muhammadiyah di wilayah Desa Kalaero. Dalam kegiatan yang berlangsung pada 13 Agustus 2026 itu, mahasiswa juga memperkenalkan Universitas Muhammadiyah Kendari kepada masyarakat sekolah, sekaligus menyisipkan materi pemberantasan perilaku LGBT di lingkungan sekolah. Selain itu, mahasiswa turut berpartisipasi dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di Masjid Al-Muhajirin Desa Kalaero pada 25 Agustus 2026.

Program utama lainnya adalah pembuatan video profil desa, yang proses pengambilan gambarnya dimulai sejak 13 Agustus 2026 dan rampung diedit pada 31 Agustus 2026. Video ini diharapkan dapat menjadi sarana digital untuk memperkenalkan identitas, potensi, dan keunggulan Desa Kalaero kepada masyarakat luas.

2. Pembuatan Plang Batas Dusun dan Peta Administrasi Desa

Untuk menjawab persoalan minimnya penanda wilayah, mahasiswa membuat plang batas dusun yang dikerjakan mulai 15 Agustus 2026 dan dipasang pada 20 Agustus 2026. Keberadaan plang ini diharapkan dapat memberi informasi yang jelas kepada masyarakat mengenai batas-batas tiap dusun di Desa Kalaero.

Selain plang dusun, mahasiswa juga menyusun peta administrasi dan peta penggunaan lahan Desa Kalaero. Proses pembuatan kedua peta ini berlangsung pada 19 hingga 21 Agustus 2026, dan dipasang di lokasi strategis desa pada 27 Agustus 2026. Peta tersebut diharapkan bermanfaat sebagai acuan perencanaan wilayah, pengelolaan sumber daya, serta penetapan batas dan kebijakan pemerintah desa.

3. Bakti Sosial dan Gotong Royong Warga

Mahasiswa juga menggelar bakti sosial di sejumlah titik lingkungan desa. Kegiatan ini meliputi perawatan taman toga di balai desa, kegiatan bersih-bersih di sekitar balai desa, pembersihan lingkungan masjid, perawatan fasilitas TK, pembersihan area pasar rakyat Kalaero, hingga pengecatan bak sampah. Kegiatan bakti sosial ini bertujuan merawat kembali fasilitas desa, menjaga kebersihan lingkungan, sekaligus menumbuhkan kembali semangat gotong royong warga Desa Kalaero.

4. Edukasi Anti-Perundungan di Sekolah dan Pondok Pesantren

Kepedulian terhadap dunia pendidikan juga diwujudkan mahasiswa KKA melalui kegiatan sosialisasi di SDN 100 Lombakasih dan Pondok Pesantren Hamzanwadi NW. Materi yang disampaikan berkisar pada bahaya perundungan (bullying) dan pemberantasan perilaku LGBT di lingkungan sekolah. Kegiatan ini bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang aman, kondusif, serta menjaga moral dan kesehatan mental siswa.

Tidak hanya berhenti pada sosialisasi, mahasiswa turut mengajar di TK Kalaero. Kegiatan mengajar ini ditujukan untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini, melalui stimulasi tumbuh kembang anak yang dikemas secara optimal, kreatif, dan interaktif.

5. Senam Rutin dan Semarak Lomba HUT RI

Guna mempererat kedekatan antara mahasiswa dan warga, kegiatan senam pagi rutin digelar setiap akhir pekan. Selain menyehatkan tubuh secara fisik, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat keakraban antara mahasiswa KKA dan masyarakat Desa Kalaero.

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, mahasiswa turut menggagas serangkaian perlombaan yang diikuti antusias oleh warga, mulai dari lomba bola gotong, joget balon, balap karung, makan kerupuk, hingga lomba mewarnai yang diperuntukkan bagi anak-anak TK. Kegiatan ini bertujuan merayakan semangat kemerdekaan sekaligus menghidupkan kembali rasa solidaritas antarwarga desa.

Harapan untuk Desa Kalaero

Secara keseluruhan, rangkaian program kerja Kelompok 8 KKA Universitas Muhammadiyah Kendari di Desa Kalaero mencakup empat aspek utama, yakni pengabdian sosial, pembangunan desa, pendidikan, serta kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan. Melalui berbagai program tersebut, mahasiswa berharap dapat memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi warga Desa Kalaero.

Mahasiswa Kelompok 8 KKA Desa Kalaero turut menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) serta Pemerintah Desa Kalaero atas dukungan, bimbingan, dan kerja sama yang terjalin selama kegiatan berlangsung.

Selama sebulan penuh berada di tengah masyarakat, mahasiswa mendapat sambutan hangat dari Kepala Desa Kalaero, H. Suwardi, beserta jajaran pemerintah desa sejak hari pertama kedatangan pada 3 Agustus 2026. Dukungan yang sama juga ditunjukkan hingga masa pengabdian berakhir, saat mahasiswa resmi ditarik kembali oleh pihak kampus pada 3 September 2026.

Adapun mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok 8 KKA Desa Kalaero antara lain Afdal Tohamba, Siti Fatima Isa, Hasnia Gradiani Putri, Akbar Hariono, Reski Rahmawati, La Yesrin, Annisa, Alif Faidz, Wahyu Hidayat, Arnessa Ramadani, Sarfika Safirudin, dan Muh. Rinanda Mukti.