Mahasiswa Unesa Gandeng Siswa SDN Tuwiri Kulon Ciptakan Animasi Pendek

Seorang Mahasiswa Unesa jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari FADHIL INSAN ASMORONDONO tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Berawal dari hobi menggambar dan keinginan untuk mencoba hal baru, Fadhil Insan Asmorondono, seorang mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Negeri Surabaya, menciptakan animasi pendek berjudul “Mental Korup”. Dalam proses pembuatannya, Fadhil menggandeng siswa-siswi SD Negeri Tuwiri Kulon, Kabupaten Tuban, sebagai pengisi suara.
Animasi berdurasi sekitar satu menit tersebut mengangkat isu sosial mengenai kejujuran dan kebiasaan melakukan kecurangan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui cerita yang sederhana, Fadhil mengajak penonton melihat bagaimana perilaku kecil yang dianggap sepele dapat berkaitan dengan pembentukan karakter dan integritas seseorang.
“Mental Korup” menceritakan Raka, seorang anak yang memiliki cita-cita menjadi pejabat dan ingin memberantas para koruptor. Cita-cita tersebut terlihat ideal, tetapi keseharian Raka justru memperlihatkan kontradiksi. Saat masih bersekolah, ia terbiasa mencontek demi mendapatkan hasil yang diinginkan.
Cerita kemudian berlanjut hingga 30 tahun kemudian. Raka yang telah menjadi pejabat justru bergabung dengan lingkungan pejabat korup. Alur tersebut menjadi titik penting dalam menyampaikan pesan animasi, keinginan untuk memberantas korupsi perlu disertai kebiasaan membangun kejujuran dan integritas sejak dini.
Melalui karakter Raka, animasi ini menyindir kebiasaan masyarakat yang mudah mengecam korupsi dalam skala besar, sementara kecurangan kecil masih sering dianggap sebagai sesuatu yang wajar. Mencontek menjadi contoh sederhana yang digunakan untuk menunjukkan bahwa integritas seseorang dibentuk dari kebiasaan sehari-hari.
Gagasan tersebut berawal dari kegemaran Fadhil dalam menggambar. Ia kemudian mencoba mengeksplorasi animasi sebagai bentuk karya baru. Di tengah proses tersebut, muncul keresahan terhadap berbagai persoalan sosial, terutama kebiasaan melakukan kecurangan yang sering dianggap sepele. Keresahan itu kemudian dituangkan ke dalam cerita yang ringan agar pesan mengenai kejujuran dapat lebih mudah diterima oleh penonton.
Dalam proses produksi, siswa-siswi SDN Tuwiri Kulon turut mengambil peran sebagai pengisi suara. Keterlibatan mereka menjadi pengalaman untuk mengenal proses kreatif pembuatan animasi sekaligus menyampaikan cerita yang membawa pesan tentang kejujuran dan integritas. Para siswa dapat mengenal penggunaan suara, intonasi, dan ekspresi sebagai bagian dari penyampaian sebuah cerita.
Sebagai mahasiswa PGSD, Fadhil juga membawa isu pendidikan karakter ke dalam karya tersebut. Nilai kejujuran diperkenalkan melalui cerita dan kegiatan kreatif yang dekat dengan dunia anak.
Dalam pengembangan karya ini, Fadhil mendapat pendampingan dari Dr. Putri Rachmadyanti, S.Pd., M.Pd. selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).
Melalui “Mental Korup”, Fadhil menunjukkan bagaimana hobi dan kreativitas dapat dikembangkan menjadi karya yang mengangkat persoalan sosial. Kolaborasi bersama siswa SDN Tuwiri Kulon turut memberikan ruang bagi anak-anak untuk terlibat dalam proses kreatif sekaligus menyuarakan pesan tentang pentingnya kejujuran sejak dini.
