Mahasiswa Universitas Andalas Uji Air Nira Aren untuk Cegah Kanker Kolorektal

Mahasiswa Fakultas Kedokteran di Universitas Andalas
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Dakota Ramadhan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Inovasi potensi lokal untuk kesehatan masa depan!
Tim Arenga pinnata dari Fakultas Kedokteran Universitas Andalas sedang mengembangkan penelitian terkait air nira aren dari Sumatra Barat sebagai solusi penanganan penyakit kanker kolorektal. Tim ini dipimpin oleh Muhammad Naufal bersama anggotanya yaitu Dakota Ramadhan, Ihsan Tirta Athallah, Neysa Almira Dinapatsy, dan Yazhid Naufal Satria serta dukungan dari dosen pembimbing, Dr. Dessy Arisanty, S.Si., M.Sc. dengan keahlian bidang biologi molekuler.

Kasus penderita penyakit kanker kolorektal banyak menyerang usia produktif di beberapa kawasan benua. Indonesia juga menyumbang sekitar 30 per 100.000 orang sebagai penderita kanker kolorektal. Angka ini perlu menjadi perhatian dan ditindaklanjuti.
Terjadinya kanker kolorektal diawali dengan kondisi disbiosis yaitu perubahan kuantitas mikroba usus berupa berkurang keragaman atau pertumbuhan yang berlebihan. Disbiosis ini dikaitkan dengan gangguan peradangan kronis yang potensial terhadap menurunnya fungsi lapisan usus. Di samping itu, terjadinya disbiosis menandakan bahwa adanya penurunan kadar short-chain fatty acids (SCFA) usus.
Oleh karena itu, peneliti berfokus pada solusi berbasis lokal berupa pemanfaatan sinbiotik air nira aren yang kaya akan bakteri asam laktat (BAL). Kandungan jenis BAL dari proses fermentasi menghasilkan produk SCFA, salah satunya senyawa butirat dalam menjaga kekebalan usus.
Metode penelitian yang diaplikasikan oleh tim Arenga pinnata adalah studi in vivo dalam model kanker kolorektal dan bioinformatika untuk melihat hubungan molekuler dalam analisis metabolit.
Peneliti berharap penelitian ini menjadi dasar ilmiah untuk mengembangkan air nira aren sebagai solusi pengobatan terapeutik dari kearifan lokal untuk menanggulangi kasus kanker kolorektal. Melalui penelitian lokal menuju dunia internasional.
