Maling di Mojokerto Tinggalkan Sepucuk Surat: Saya Kepepet, Buat Sekolah Anak

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemilik toko Alfin Setyo Tunggal (37) yang dicuri uang dan beberapa bungkus rokok miliknya di Dusun Guwo, Desa Jabontegal, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Pemilik toko Alfin Setyo Tunggal (37) yang dicuri uang dan beberapa bungkus rokok miliknya di Dusun Guwo, Desa Jabontegal, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto. Foto: Dok. Istimewa

Aksi pencurian toko terjadi di Dusun Guwo, Desa Jabontegal, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (7/6) lalu. Pelaku menggasak beberapa bungkus rokok dan mengambil sejumlah uang dari dalam toko.

Pemilik toko, Alfin Setyo Tunggal (37 tahun), mengatakan awal kejadian pencurian itu ketika terdapat seorang pria yang keluar masuk tokonya. Kecurigaan lantas timbul.

"Saya lihat dari jauh kok keluar masuk terus, akhirnya saya curiga. Akhirnya saya tangkap, ternyata dia bawa rokok. Saya suruh keluarkan semua," kata Alfin, Kamis (11/6).

Lantaran merasa kasihan, Alfin memaafkan dan melepaskan pelaku serta tidak melanjutkan ke proses hukum. Namun, tanpa ia sadari, pelaku ternyata juga mengambil sejumlah uang.

"Dia ngakunya cuma ambil rokok. Setelah saya maafkan dan pergi, ternyata uang di laci juga hilang. Tahu uang hilang saya cari dan kejar tapi tidak ketemu," ujarnya.

Sepucuk Surat di Depan Toko

Sepucuk surat dari pencuri yang membawa beberapa bungkus rokok dan uang tunai setelah masuk ke toko di Dusun Guwo, Desa Jabontegal, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto. Foto: Dok. Istimewa

Keesokan hari setelah kejadian, ada sepucuk surat yang jatuh di halaman tokonya. Surat itu ternyata datang dari si pencuri.

"Tiba-tiba besoknya, istri saya membangunkan saya katanya ada surat di depan toko. Ternyata surat dari maling itu," tuturnya.

Begini isinya:

Bapak/Ibu ngapunten seng katah, saya kepepet pak buk butuh uang. Nyari pinjaman nggak ada buat bayar semester anak saya. Kalau nggak kebayar nggak bisa ikut. Uang Bapak Rp 325.000, saya gajian dua minggu lagi saya kembalikan Rp 400.000. Mohon maaf pak buk. Sekolah anak saya gak bisa ditunda. Saya pertama kali mencuri. Saya gak bakal ulangi lagi.

Alfin mengaku tersentuh dengan isi surat itu. Namun, ia masih menunggu iktikad baik dari pelaku.

"Saya sekarang menunggu respons dari pelaku tersebut," pungkasnya.