Konten dari Pengguna

Mau Apa Pekerja di Jabodetabek Setelah Pensiun?

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Syarif Yunus tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Lagi enak-enak kerja, apa yang ada di benak pekerja di Jabodetabek saat pensiun nanti? Ternyata, tren utama rencana pensiun bagi pekerja di Jabodetabek menunjukkan mayoritas memiliki keinginan untuk tetap produktif secara ekonomi atau fokus pada pengembangan diri. Survei “Rencana Pensiun Pekerja” yang dilakukan Syarifudin Yunus (Edukator Dana Pensiun DPLK Sinarmas AM) terhadap 66 pekerja aktif di Jabodetabek pada Juli 2026 menyebutkan tren pekerja saat pensiun adalah:

1. Membuka bisnis (21%). Pilihan yang paling banyak diminati oleh pekerja di Jabodetabek setelah masa pensiun tiba.

2. Fokus pada spiritual (18%). Keinginan kuat untuk lebih mendekatkan diri pada aspek keagamaan atau spiritualitas.

3. Ketidakpastian rencana (17%). Cukup banyak pekerja yang menyatakan "tidak tahu" mengenai apa yang akan dilakukan setelah pensiun?

4. Kesehatan dan hobi. Menjaga kesehatan fisik (14%) dan menjalani hobi (12%) juga menjadi prioritas yang signifikan bagi para calon pensiunan.

5. Aktivitas sosial dan rekreasi. Sebagian kecil pekerja berencana untuk tetap aktif secara sosial (7,50%), melakukan traveling (6%), atau melakukan kegiatan di alam (4,50%).

Survei ini menegaskan adanya pergeseran di mana pensiun tidak lagi hanya dipandang sebagai waktu untuk beristirahat total, melainkan kesempatan untuk berwirausaha atau memperdalam nilai spiritual.

Aspirasi pekerja Jabodetabek saat pensiun

Menariknya dari survei ini, rencana spiritual (18%) menjadi rencana terpopuler kedua bagi pekerja Jabodetabek setelah pensiun. Sebagian besar pekerja, masa pensiun dianggap sebagai momentum untuk lebih fokus pada aspek keagamaan atau nilai-nilai batiniah dibandingkan sekadar beristirahat. Di samping, kesehatan fisik (14%) menempati posisi keempat terbesar, sebagai bukti adanya kesadaran pekerja bahwa kualitas hidup di masa tua sangat bergantung pada kondisi fisik yang prima.

Sayangnya, masih ada 17% pekerja di Jabodetabek merasa "tidak tahu" atau belum memiliki rencana yang pasti setelah pensiun nanti. Ketidak-tahuan bisa berarti tidak siap atau tidak adanya edukasi dana pensiun yang memadai selama bekerja. Fenomena banyaknya pekerja yang belum tahu rencana masa pensiunnya sering kali disebabkan oleh beberapa faktor seperti: 1) kurangnya literasi dana pensiun, 2) terlalu fokus pada kebutuhan saat ini, 3) mengalami kondisi ketidakpastian eonomi, dan 4) adanya kecemasan akan masa tua.

Survei ini kian membuktikan bahwa ogah Cuma diam di rumah setelah pensiun. Ada beragam aspirasi pekerja untuk masa pensiun. Mulai dari membuka usaha sendiri, fokus pada kegiatan spiritual dan menjaga kesehatan fisik, menekuni hobi, berkontribusi dalam kegiatan sosial, hingga traveling. Tapi yang paling penting, tanpa kesiapan finansial di masa pensiun semua rencana akan sulit terlaksan, Karena itu, siapkan dana pensiun sejak dini. Sebab masa pensiun yang sehat Sejahtera, kalau bukan kita mausiapa yang menyiapkan? #YukSiapkanPensiun #EdukasiDPLK #DPLKSAM

aplikasi digital DPLK SimPensiun