Megawati Berduka Ryamizard Meninggal: Selamat Jalan, Temanku
·waktu baca 2 menit

Presiden kelima RI, Megawati Soekarnoputri, berduka atas meninggalnya eks Menhan Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu. Di mata putri proklamator kemerdekaan RI itu, Ryamizard merupakan sosok prajurit yang berdedikasi tinggi.
"Saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Pak Ryamizard Ryacudu. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan," ujar Megawati dalam keterangannya, Minggu (31/5).
Megawati mengenang ketika dirinya menjabat sebagai presiden, Ryamizard mengemban amanah sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).
Dalam berbagai kesempatan, kata Megawati, Ryamizard memperlihatkan sikap kepemimpinan yang tegas, disiplin, dan selalu mengutamakan kepentingan rakyat serta negara.
Menurut Megawati, perhatian Ryamizard tidak berhenti setelah dirinya tidak lagi menjabat sebagai presiden. Salah satu kenangan yang sangat membekas terjadi saat penanganan bencana di Aceh.
Kala itu, setelah meninjau langsung kondisi masyarakat terdampak bencana, Megawati melihat kebutuhan mendesak akan jembatan darurat untuk menghubungkan wilayah yang terputus.
"Saya masih ingat ketika pulang dari Aceh dan melihat kebutuhan mendesak akan jembatan Bailey. Saya kemudian menelepon Pak Ryamizard. Dengan sigap beliau langsung membantu dengan mengerahkan batalyon Zeni untuk memasang jembatan darurat tersebut sehingga akses masyarakat dapat segera pulih," kenang Megawati.
Bagi Megawati, tindakan cepat tersebut mencerminkan karakter Ryamizard sebagai prajurit sejati yang selalu hadir untuk rakyat dan tidak pernah ragu memberikan bantuan ketika bangsa menghadapi kesulitan.
"Pak Ryamizard adalah sosok prajurit negarawan. Beliau teguh pada prinsip, memiliki dedikasi yang tinggi, dan menunjukkan komitmen yang tidak pernah surut kepada negara. Sikap hidup dan pengabdiannya merupakan cerminan seorang patriot sejati," ucap Megawati.
Kenangan dan perhatian Ryamizard ini membekas dalam bagi Megawati. Ia pun menyampaikan salam perpisahan kepada sahabat lamanya tersebut.
"Selamat jalan, temanku. Terima kasih atas persahabatan, pengabdian, dan jasa-jasamu bagi Indonesia," pungkas Megawati sambil terisak penuh haru.
