Megawati Soroti PBB Tak Bisa Selesaikan Perang: Big Question for Me

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua Umum PDIP, Prof. Dr. (H.C.) Megawati Soekarnoputri, saat meresmikan renovasi Istana Gebang yang terletak di Jl. Sultan Agung No.59, Sananwetan, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Jawa Timur, Senin (15/6/2026). Foto: Dok. PDIP
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Umum PDIP, Prof. Dr. (H.C.) Megawati Soekarnoputri, saat meresmikan renovasi Istana Gebang yang terletak di Jl. Sultan Agung No.59, Sananwetan, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Jawa Timur, Senin (15/6/2026). Foto: Dok. PDIP

Ketua Umum PDIP sekaligus Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri mempertanyakan peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam menyelesaikan berbagai konflik dan perang yang masih terjadi di dunia.

Hal itu disampaikan Megawati saat berdiskusi dengan Presiden Timor Leste José Ramos-Horta serta sejumlah penerima Nobel dan penerima penghargaan Turing di Megawati Institute, Jakarta, Jumat (28/8).

Dalam sambutannya, Megawati mengaitkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan persoalan perang, perdamaian, serta tatanan dunia.

“Saya merasa sebuah kesedihan dengan adanya yang namanya perang karena akhirnya manusia lupa diri,” kata Megawati.

Dia kemudian mempertanyakan mengapa PBB belum mampu menghentikan perang dan menyelesaikan konflik yang terjadi di berbagai belahan dunia.

Ilustrasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Foto: kckate16/Shutterstock

“Menurut saya perang itu mengapa tidak bisa diselesaikan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa itu sebuah big question for me,” ujarnya.

Megawati mengatakan gagasan untuk memperbarui PBB telah lama disuarakan oleh ayahnya, Presiden pertama RI Sukarno. Menurutnya, struktur PBB saat ini dibentuk dalam konteks pasca-Perang Dunia II sehingga perlu menyesuaikan diri dengan perkembangan dunia.

“Ayah saya ini tadi mungkin sudah menerima adalah orang yang selalu meminta untuk yang namanya PBB itu Perserikatan Bangsa-Bangsa itu harus mengubah diri karena itu dibuat ketika setelah Perang Dunia Kedua,” tutur Megawati.

Dia juga secara khusus menyoroti struktur Dewan Keamanan PBB yang menurutnya perlu diubah agar lebih merepresentasikan kondisi dunia saat ini.

“Saya juga sudah berulang kali meminta bahwa yang namanya Dewan Keamanan itu strukturnya sudah tidak boleh seperti apa yang ada sekarang ini,” katanya.

Megawati mendorong agar negara-negara yang saat ini telah merdeka tetapi dahulu belum merdeka memperoleh ruang dalam Dewan Keamanan PBB.

“Kita harus benar-benar mendapatkan juga sebuah perubahan baru di mana yang namanya bangsa-bangsa yang ada sekarang yang dulu mungkin belum merdeka itu pun mendapatkan tempat yang namanya di Dewan Keamanan tersebut,” pungkas Megawati.