Melihat Lokasi Terakhir Meila Sebelum Diduga Dibawa Mantan Pacar di Bandung

Sebuah tempat makan di Jalan Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, menjadi lokasi terakhir Meila Nurpadilah (23) terlihat sebelum diduga dibawa mantan pacarnya pada Minggu (12/7).
Pantauan di lokasi, Senin (21/7), tempat makan tersebut berada di tepi jalan utama di Desa Rancapanggung. Dari luar, bangunannya tampak sederhana dengan pintu masuk berupa lorong yang mengarah ke area makan di bagian belakang.
Di bagian belakang, terdapat bangunan yang menjadi area penyajian makanan dan minuman, di sini lah Meila dan terduga pelaku duduk.
Saat kumparan berada di lokasi, aktivitas di tempat makan itu berlangsung seperti biasa. Sejumlah pengunjung terlihat menikmati hidangan, sementara karyawan melayani pesanan tanpa ada aktivitas yang berbeda dari hari-hari sebelumnya.
Pelayan tempat makan, Anggita, mengatakan Meila datang ke lokasi sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu, korban sempat memesan makanan dan minuman.
"Jam sebelas siang datang, terus dia mesen makanan, kentang sama minuman. Udah sempat dianterin," ujar Anggita saat ditemui di lokasi, Selasa (21/7).
Menurut Anggita, pria yang diduga membawa Meila sebenarnya datang lebih dahulu ke lokasi. Tak lama kemudian, Meila datang bersama adiknya.
"Duluan laki-laki datang ke sini, terus si ceweknya sama adiknya," katanya.
Anggita mengaku tidak mengetahui pembicaraan antara keduanya. Namun, ia melihat pria tersebut langsung menghampiri Meila sesaat setelah korban tiba di tempat makan.
"Obrolannya enggak dengar. Tapi udah disamperin, langsung ke sana," ucapnya.
Tak lama berselang, Anggita melihat keduanya berada di dekat gerbang tempat makan. Di lokasi itu, menurutnya sempat terjadi keributan sebelum pria tersebut memaksa Meila naik ke sepeda motor.
"Pas itu ke sana, kayak digusur sama cowoknya, bertengkar di sana. Dia maksa naik ke motor," ungkapnya.
Ia juga mengaku melihat pria tersebut menarik korban sambil menutupi matanya. Setelah itu, pria tersebut sempat berbicara kepada petugas kasir.
"Sambil bawa, dipaksa, sambil ditutup. Ditarik, ditutup matanya. Terus cowoknya bilang ke kasir, katanya mau nitip motor, mau ke Cililin dulu," tutur Anggita.
Menurut Anggita, sepeda motor yang ditinggalkan di tempat makan merupakan milik Meila. Kendaraan itu kemudian telah diambil oleh pihak keluarga.
"Yang dititipkan di sini motor ceweknya. Sekarang mah udah diambil sama keluarganya," katanya.
Anggita mengaku tidak menyangka peristiwa yang semula dianggap sebagai persoalan biasa itu berujung menjadi kasus yang kini ditangani kepolisian. Ia mengatakan, seandainya mengetahui apa yang akan terjadi, dirinya akan berusaha mencegah keduanya.
"Gak tahu, kirain teh gak bakalan kayak gini. Kalau tahu mah bakal dipisahin," pungkasnya
