Melihat Truk Sampah di Kudus: Berkarat dan Berlubang, Pelat Ditali Rafia

Truk sampah di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, tetap beroperasi meski dalam kondisi memprihatinkan. Bak pengangkutnya juga tampak berkarat dan berlubang.
Pelat nomor polisi bagian belakang tak terlihat, bahkan ketika diamati dari dekat, angka dan hurufnya tak terbaca karena kotor dan berdebu. Pelat kendaraan juga tampak ditali menggunakan rafia agar tidak jatuh.
Kondisi berbeda tampak pada pelat nomor polisi bagian depan truk. Nomor polisi masih terlihat, yakni K 1302 XB, dengan masa berlaku sampai 2031.
Armada truk sampah itu milik Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kabupaten Kudus. Armada tersebut terlihat berhenti di Jalan dr. Loekmono Hadi, Kabupaten Kudus, pada Selasa (22/9) pagi.
Pada bagian bak truk terdapat tulisan "DPKPLH" meski sudah samar dan tak terlihat jelas. Area bak truk juga sudah berkarat. Cat berwarna kuning memudar menjadi kecokelatan karena kotor.
Truk tersebut mengangkut sampah residu atau sampah yang tak lagi terpakai. Sampah residu itu kemudian dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tanjungrejo, Kabupaten Kudus.
Truk sampah di Kabupaten Kudus ini beroperasi mengangkut sampah setiap hari, mulai pukul 07.00 WIB dengan rute yang berbeda-beda.
kumparan memantau pergerakan armada truk sampah ini dari Jalan dr. Loekmono Hadi menuju TPS Desa Panjang, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus.
Truk mengambil sampah residu di TPS. Sampah yang diangkut meliputi popok, tisu, masker, styrofoam, dan lainnya. Dari TPS Desa Panjang, armada truk sampah itu melanjutkan perjalanan ke TPA Tanjungrejo.
Sejak 1997
Sopir truk, Asip, mengatakan kondisi armada yang dikemudikannya memang apa adanya. Pelat kendaraan tak terlihat dan ditali rafia.
"Keadaannya memang seperti ini kondisinya. Armada ini sudah ada sejak lama, kalau tidak salah sekitar tahun 1997," katanya, Selasa (22/9).
Soal armada yang sudah berkarat, menurut Asip, hal itu terjadi karena truk sering digunakan untuk mengangkut sampah. Bagian dump-nya juga ada yang berlubang. Sesekali, ia mendorong kembali sampah di area dump menggunakan bambu agar tidak terjatuh melalui lubang-lubang bak truk.
"Berkarat iya karena digunakan untuk mengangkut sampah setiap hari," ujarnya.
kumparan juga mengecek basecamp atau garasi yang menjadi tempat parkir armada truk sampah. Lokasinya berada dalam satu kompleks dengan Kantor Pos Pemadam Kebakaran Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Kudus.
Ada dua truk sampah yang terparkir di area tersebut. Kedua truk sampah itu tampak masih laik jalan jika dibandingkan dengan armada truk sebelumnya yang pelat kendaraannya tak terlihat.
Salah seorang petugas kebersihan, Yani, mengatakan kondisi truk masih laik jalan. Ia hendak bekerja mengambil sampah di beberapa titik di Kabupaten Kudus.
"Alhamdulillah armadanya masih layak. Setiap hari juga mengambil sampah dengan truk ini," katanya, Selasa (22/9).
Ia menjelaskan, sampah yang diambil biasanya merupakan jenis residu, yakni sampah yang tak dapat digunakan kembali.
"Sampah residu langsung dibawa ke TPA," ucapnya.
Penjelasan Dinas PKPLH: Efisiensi Anggaran
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kudus, Didik Tri Prasetyo, mengatakan pemeliharaan truk sampah masih dilakukan. Akan tetapi, tahun ini terdapat efisiensi anggaran.
"Perawatan truk sampah masih ada. Tetapi terbatas karena saat ini ada efisiensi," katanya saat dikonfirmasi kumparan, Selasa (22/9).
Soal pelat kendaraan truk sampah yang tak terlihat, pihaknya akan melakukan evaluasi. Didik menjelaskan, semua kendaraan truk sampah milik Dinas PKPLH dilengkapi pelat nomor polisi.
"Semua dilengkapi pelat nopol dan memang harus terpasang pelat nopol polisinya. Kalau yang bagian belakang tidak ada mungkin terjatuh," terangnya.
Kebersihan armada, menurut Didik, juga dilakukan setelah truk mengangkut sampah. Terlebih, menurut dia, sampah yang diangkut mengandung limbah korosif yang menyebabkan karat pada kendaraan.
"Selalu kami cuci kalau selesai mengangkut sampah. Karena kalau tidak dibersihkan menyebabkan karatan," imbuhnya.
