Mendagri Sebut 3.800 Sekolah di Sumut-Aceh Pulih Usai Bencana

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah siswa mengikuti ujian di bawah tenda, di SDN 05 Batang Anai, Padang Pariaman, Sumatera Barat, Senin (8/12/2025). Foto: Iggoy el Fitra/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah siswa mengikuti ujian di bawah tenda, di SDN 05 Batang Anai, Padang Pariaman, Sumatera Barat, Senin (8/12/2025). Foto: Iggoy el Fitra/ANTARA FOTO

Menteri Dalam Negeri sekaligus Kasatgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana, Tito Karnavian menyebut 3.800 dari 4.922 sekolah sudah kembali pulih dan melanjutkan proses belajar-mengajar usai bencana banjir-longsor di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.

Hal itu ia sampaikan usai menghadiri rapat yang membahas pemulihan usai bencana di ketiga provinsi itu, di DPR, Senin (25/5). Katanya, masih ada sekolah yang belajar di tenda.

“Nah, kemudian proses pembelajaran berjalan, tapi dari 4.922, ada beberapa sekolah yang ada di tenda, dan terutama di daerah merah,” ucap Tito.

Mendagri Tito Karnavian minta Pemda di Sumatra segera realisasikan tambahan TKD Rp10,6 triliun untuk penanganan bencana, Kamis (21/5/2026). Foto: Dok. Kemendagri

Di sekolah yang masih di tenda itu, katanya, pemerintah sedang mencari tempat relokasi.

“Di daerah merah yang dia harus relokasi, ini yang sedang tadi kita bicarakan mengenai kesiapan tempat untuk relokasinya,” ucapnya.

“Kemudian juga ada yang menumpang di sekolah yang lain, ya, ada juga yang di kelas darurat,” tambahnya.

Revitalisasi sekolah terdampak bencana di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Foto: Bakom RI

Ia menegaskan, mayoritas sekolah sudah kembali kembali belajar di sekolah masing-masing.

“Itu ada beberapa, tapi mayoritas sudah di sekolah masing-masing. Dari 4.922, seingat saya lebih kurang hampir 3.800 itu ada di sekolah masing-masing, sudah diperbaiki,” tandasnya.