Mendagri Ungkap Alasan Penghargaan Pemda Dibagi 6 Regional

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mendagri Muhammad Tito Karnavian pada acara Malam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Batch II Regional Papua, di Royal Glasshouse Park Hyatt, Jakarta Pusat, Senin (28/9/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Mendagri Muhammad Tito Karnavian pada acara Malam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Batch II Regional Papua, di Royal Glasshouse Park Hyatt, Jakarta Pusat, Senin (28/9/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparan

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengatakan penghargaan pemerintah daerah (pemda) berprestasi dibagi menjadi enam regional agar daerah dengan kapasitas fiskal rendah tetap dapat bersaing.

Tito menyebut penghargaan tersebut diberikan untuk mengapresiasi kepala daerah yang bekerja dengan baik dan berupaya membuat terobosan bagi masyarakat.

"Kita tahu bahwa cukup banyak sebenarnya kepala-kepala daerah yang bekerja dengan baik dan betul-betul berusaha untuk membuat terobosan bagi warga-warganya," kata Tito dalam acara Malam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Batch II Regional Papua di Royal Glasshouse Park Hyatt, Jakarta Pusat, Senin (28/9).

Penghargaan tersebut tidak diselenggarakan dalam bentuk kompetisi nasional. Kemendagri membagi daerah ke dalam enam regional atau klaster agar daerah dengan kapasitas fiskal rendah tidak harus bersaing langsung dengan daerah yang memiliki PAD lebih kuat.

"Kami memang tidak menyelenggarakan acara ini dalam bentuk nasional karena kalau nanti daerah-daerah yang kapasitas fiskalnya rendah susah bertanding melawan daerah yang PAD-nya kuat gitu. Sehingga kita bagi jadi 6 region, salah satu region atau klaster adalah Papua," ujar Tito.

Tito berharap penghargaan tersebut dapat memotivasi kepala daerah untuk terus meningkatkan kinerja dan membuat terobosan bagi masyarakat. Ia juga menyampaikan selamat kepada kepala daerah yang telah menerima penghargaan.

"Selamat kepada rekan-rekan yang telah mendapat penghargaan, mudah-mudahan bisa motivasi," tutur Tito.

Tito menjelaskan penghargaan pada batch pertama mengambil sejumlah tema, yakni pengendalian inflasi, penurunan angka pengangguran, penurunan angka kemiskinan dan stunting, serta pembiayaan kreatif atau creative financing.

Pada batch kedua, tema penghargaan berkaitan dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM), yakni perumahan, pendidikan, dan kesehatan. Tema tersebut kemudian ditambah dengan penanganan masalah sampah serta program Indonesia ASRI yang merupakan singkatan dari Aman, Sehat, Resik, dan Indah.

“Kali ini kita mengambil yang memang standar pelayanan minimal, yaitu masalah perumahan, pendidikan, kesehatan, ditambah dengan arahan beliau, yaitu penanganan masalah sampah dan Indonesia ASRI, yaitu sekali lagi yang Aman, Sehat, Resik, dan Indah,” kata Tito.

Rangkaian penghargaan tersebut saat ini telah memasuki batch kedua dan putaran terakhir batch tersebut dilaksanakan untuk regional Papua. Setelah itu, Kemendagri akan memasuki putaran ketiga dengan kembali membagi pelaksanaan ke dalam enam regional.