Menhaj Tutup Operasional Haji 2026: Seluruh Jemaah Telah Kembali ke Tanah Air

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Proses pemulangan jemaah haji dengan skema Tanazul.
 Foto: MCH 2026
zoom-in-whitePerbesar
Proses pemulangan jemaah haji dengan skema Tanazul. Foto: MCH 2026

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) resmi menutup operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi setelah seluruh jemaah haji Indonesia tiba kembali di Tanah Air, Rabu (1/7).

Penutupan operasional ditandai dengan kedatangan kelompok terbang (kloter) terakhir, UPG-43, di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, pukul 17.05 WITA. Kloter tersebut membawa 242 jemaah.

"Alhamdulillah, seluruh jemaah haji Indonesia telah kembali ke Tanah Air dengan selamat. Atas nama Kementerian Haji dan Umrah, saya menyatakan operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi secara resmi telah berakhir," ujar Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan di Surabaya.

Sepanjang operasional haji 2026, pemerintah memberangkatkan 527 kloter yang mengangkut 202.636 jemaah haji reguler dari 16 embarkasi di seluruh Indonesia. Selain itu, Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) juga memberangkatkan 16.585 jemaah haji khusus dan 1.016 petugas haji khusus.

Menhaj Mochamad Irfan Yusuf. Foto: Dok. Kemenhaj RI

Layani Puluhan Ribu Jemaah Lansia dan Berisiko Tinggi

Penyelenggaraan haji tahun ini melayani jemaah dengan beragam kondisi, di antaranya 44.247 jemaah lanjut usia, 170.700 jemaah berisiko tinggi, 370 jemaah berkebutuhan khusus, serta 275 pengguna kursi roda.

Untuk mendukung operasional, pemerintah mendistribusikan sekitar 24,18 juta boks makanan, mengoperasikan 15.212 bus antarkota perhajian dan 11.990 trip bus shalawat, serta menyediakan layanan kesehatan melalui petugas kesehatan di setiap kloter, klinik satelit, Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), hingga kerja sama dengan rumah sakit di Arab Saudi.

Dalam aspek tata kelola, Kemenhaj menerapkan sejumlah inovasi, seperti alokasi kuota provinsi yang lebih berkeadilan, penurunan biaya haji tanpa mengurangi kualitas layanan, penambahan embarkasi fast track, digitalisasi layanan, serta penyelesaian lebih awal berbagai kontrak layanan di Arab Saudi.

Pemberangkatan kloter terakhir jemaah haji dari Makkah ke Madinah, Senin (22/6). Foto: Dok. MCH 2026

Evaluasi Layanan Mina dan Istithaah Kesehatan

Meski operasional haji telah ditutup, Kemenhaj memastikan pelayanan kepada jemaah masih terus berlangsung. Saat ini, masih terdapat 60 jemaah yang menjalani perawatan di rumah sakit di Arab Saudi.

Kemenhaj akan terus melakukan pendampingan hingga seluruh jemaah dinyatakan laik terbang dan dapat dipulangkan ke Indonesia. Proses klaim asuransi bagi jemaah yang wafat juga tetap berjalan sesuai ketentuan.

Gus Irfan mengatakan penutupan operasional bukan akhir dari upaya peningkatan kualitas layanan haji. Dalam waktu dekat, Kemenhaj akan melakukan evaluasi menyeluruh bersama seluruh pemangku kepentingan.

"Kami mencatat masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, terutama terkait layanan di Mina dan penguatan implementasi istithaah kesehatan. Seluruh catatan tersebut akan menjadi fokus evaluasi agar penyelenggaraan haji ke depan semakin profesional, aman, nyaman, dan berorientasi pada kebutuhan jemaah," kata Gus Irfan.

Anggota keluarga menyambut kedatangan seorang haji dari kelompok terbang (kloter) terakhir Debarkasi Kertajati setibanya di Pendopo Indramayu, Jawa Barat, Selasa (30/6/2026). Foto: Dedi Suwidiantoro/ANTARA FOTO

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden RI, DPR RI, Pemerintah Arab Saudi, kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, maskapai penerbangan, media massa, serta seluruh pemangku kepentingan yang mendukung penyelenggaraan ibadah haji 2026.

Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada seluruh petugas haji dan jemaah Indonesia yang dinilai telah menjaga ketertiban serta saling membantu selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

"Semoga seluruh jemaah memperoleh predikat haji yang mabrur, menjadi pribadi yang saleh secara individu maupun sosial, serta menghadirkan kemaslahatan bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara," tutupnya.

Berakhirnya operasional haji 2026 sekaligus menandai dimulainya persiapan penyelenggaraan ibadah haji 2027.