Menhan Mali Tewas Akibat Serangan di Rumahnya
·waktu baca 2 menit

Menteri Pertahanan Mali, Sadio Camara, terbunuh dalam serangan yang menargetkan rumahnya. Pelaku diduga kuat merupakan pemberontak yang terafiliasi dengan al-Qaeda.
Juru bicara pemerintah, Issa Ousmane, pada Minggu (26/3) menyebut Camara tewas setelah sebuah mobil berisi bahan peledak menabrak kediamannya sehari sebelumnya. Mobil tersebut dikemudikan oleh seorang pelaku bom bunuh diri.
Usai tabrakan, sempat terjadi baku tembak. Camara dilaporkan mengalami cedera dan sempat dibawa ke rumah sakit, tapi meninggal dunia dalam perjalanan.
Lokasi kejadian berada di Kati, sebuah kota yang terletak sekitar 15 kilometer di sebelah utara ibu kota Mali, Bamako.
Tak lama setelah serangan, kelompok terafiliasi al-Qaeda, Jama'at Nusrat al-Islam wal-Muslimin, mengaku bertanggung jawab. Mereka menyebut serangan tersebut turut dibantu kelompok pemberontak etnis Tuareg.
Hingga saat ini, pemerintah belum memberikan data terkait jumlah korban jiwa dalam serangan yang menewaskan Menteri Pertahanan tersebut.
“Kami menyampaikan duka atas korban jiwa sipil dan militer yang jatuh,” ujar Coulibaly, seperti dikutip dari Reuters.
Insiden ini memicu perhatian dan keprihatinan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Mereka menyerukan agar kekerasan dan terorisme di Afrika Barat, termasuk di Mali, segera dihentikan.
“Sekjen sangat prihatin dengan laporan serangan di berbagai lokasi di seluruh Mali. Dia sangat mengutuk aksi kekerasan semacam itu,” kata kantor juru bicara PBB.
