Menhub: Soetta Belum Pasti Dibuka Besok Pagi, Paper Test Radin Inten Positif

Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) dan bandara lain yang terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) belum dipastikan dapat kembali dibuka pada pukul 06.00 WIB, Selasa (8/9).
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, pemerintah masih memantau arah angin yang dinamis untuk menentukan waktu pembukaan bandara terdampak.
Hal itu disampaikan Dudy saat ditemui awak media di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin (7/9), ketika ditanya mengenai kemungkinan bandara kembali dibuka pada pukul 06.00 WIB.
“Kita berdoa, insyaallah mudah-mudahan bisa berjalan sebagaimana yang kita harapkan. Kita tidak berani menjanjikan, sebagaimana teman-teman ketahui, arah angin begitu dinamis,” kata Dudy.
Menurut Dudy, arah angin di sejumlah lapisan atmosfer dapat berbeda. Karena itu, pemerintah berharap angin bergerak konsisten ke barat daya atau menuju Samudera Hindia sehingga abu vulkanik semakin menjauh dari bandara terdampak.
“Di beberapa layer itu kadang-kadang berbeda arahnya, di bawah ke arah timur, di atas ke arah barat,” ujarnya.
“Jadi kita mengharapkan bahwa kali ini arah angin secara konsisten mengarah ke barat daya atau ke arah Samudera Hindia,” lanjut Dudy.
Dudy mengatakan, pemerintah dapat mempertimbangkan pembukaan kembali bandara apabila abu vulkanik bergeser semakin jauh dari bandara-bandara di sekitar Gunung Anak Krakatau.
“Ya, apabila bergeser lebih menjauhi dari bandara-bandara yang sekitar Gunung Anak Krakatau, maka kita bisa mempertimbangkan untuk membuka bandara-bandara yang terdampak,” ujarnya.
“Mohon doanya, semoga arah angin dan juga kecepatan bisa memperbaiki situasi,” tutur Dudy.
Paper Test Radin Inten II Masih Positif
Salah satu indikator yang masih menjadi perhatian pemerintah adalah kondisi di Bandara Radin Inten II, Lampung.
Dudy mengatakan hasil paper test di bandara tersebut masih menunjukkan hasil positif.
“Terakhir masih positif,” kata Dudy.
Menurut Dudy, hasil tersebut menunjukkan abu vulkanik masih berdampak terhadap wilayah Lampung. Pemerintah pun masih memantau arah angin untuk memastikan sebaran abu semakin menjauh dari wilayah tersebut.
“Kalau misalnya angin mengarah ke barat daya, harapannya kan Lampung, Radin Inten juga paper test-nya menjadi negatif. Tapi terakhir kan masih positif,” jelas Dudy.
“Berarti ada angin yang mungkin masih mengarah ke Lampung,” tambahnya.
Dudy berharap angin bergerak konsisten ke barat daya sehingga abu vulkanik semakin menjauh dari Lampung dan wilayah bandara terdampak lainnya.
“Jadi kita sebenarnya masih seperti tadi saya sampaikan, mengarah ke barat daya itu sangat kita harapkan bisa konsisten sehingga lebih menjauh lagi, tidak hanya di Jawa tapi juga dari Lampung itu bisa menjauh,” tuturnya.
VAAC Darwin Perbarui Informasi Abu hingga Tengah Malam
Selain memantau arah angin dan hasil paper test, pemerintah juga menunggu pembaruan informasi dari Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC) Darwin.
Dudy mengatakan, VAAC Darwin akan memperbarui informasi mengenai kondisi abu vulkanik Gunung Anak Krakatau sebanyak dua kali hingga pukul 23.59 WIB, Senin (7/9).
Pembaruan tersebut diharapkan menunjukkan pergerakan abu vulkanik yang semakin menjauh dari bandara-bandara terdampak.
“Dari VAAC itu antara dari jam 18.00 itu hingga pukul 23.59 itu akan memperbarui sebanyak dua kali. Dengan dua kali pembaruan kondisi terakhir, kita harapkan bahwa ada terjadi perubahan yang lebih baik, di mana debu bisa semakin mengarah ke barat daya atau ke Samudera Hindia,” terang Dudy.
Pembersihan Bandara Terus Dilakukan
Di sisi lain, pembersihan bandara terdampak terus dilakukan untuk mempersiapkan operasional apabila kondisi memungkinkan.
Dudy mengatakan pembersihan mencakup runway, taxiway, dan apron. Proses tersebut membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga jam.
Selain area bandara, maskapai juga harus membersihkan pesawat dan memastikan kondisinya layak terbang sebelum kembali beroperasi.
“Sekitar dua hingga tiga jam proses pembersihan. Bukan hanya bandara saja yang harus membersihkan runway, taxiway, maupun apron, tapi juga para airlines juga harus membersihkan dan memastikan kondisi pesawat itu layak terbang,” jelas Dudy.
Menurutnya, pembersihan telah dilakukan sejak sehari sebelumnya dan terus dilakukan di seluruh bandara terdampak.
“Kita dari kemarin sudah melakukan pembersihan, tapi masih ada beberapa debu-debu masih cukup banyak, itu kita terus kita bersihkan,” tuturnya.
Pembersihan dilakukan setiap ada kesempatan untuk memastikan bandara siap dioperasikan apabila nantinya dibuka.
“Untuk semua bandara yang terdampak kita terus melakukan pembersihan, tidak kita tunggu. Jadi setiap kesempatan itu kita bersihkan untuk memastikan pada saat dibuka bandara sudah siap untuk dioperasikan,” tegas Dudy.
