Menhub Ungkap Alasan Bandara Soetta Belum Dibuka meski Paper Test 4 Kali Negatif

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyebut, sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau diperkirakan masih berlangsung hingga Selasa (8/9) pagi. Pemerintah masih melakukan pemantauan dan pengujian untuk memastikan kondisi penerbangan tetap aman.
Dudy mengatakan, berdasarkan pembaruan terakhir yang diterima pada pukul 12.30 WIB, sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terpantau pada pukul 12.10 WIB di ketinggian 15.000 kaki.
“Teramati sebaran debu abu vulkanik Gunung Anak Krakatau pada pukul 12.10 pada ketinggian 15.000 feet bergerak ke arah barat daya dengan kecepatan 10 knots dengan intensitas tetap,” kata Dudy saat rapat terbatas (ratas) penanganan bencana secara daring di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/9).
Berdasarkan prakiraan Volcanic Ash Advisory Center (VAAC), Dudy mengatakan sebaran abu vulkanik diperkirakan masih terjadi hingga pukul 23.10 UTC atau 06.10 WIB pada Selasa (8/9).
“Namun demikian berdasarkan Volcanic Ash Advisory Center menyampaikan forecast bahwa sebaran abu vulkanik masih diperkirakan terjadi sampai dengan pukul 23.10 UTC atau 06.10 WIB pada tanggal 8 September,” ujarnya.
Paper Test Soetta 4 Kali Negatif
Dudy mengatakan pengujian abu vulkanik telah dilakukan di Bandara Soekarno-Hatta sebanyak empat kali. Hasilnya, tidak ditemukan abu vulkanik dalam pengujian tersebut.
“Bandara Soekarno-Hatta sudah kami lakukan sebanyak empat kali pengetesan atau paper test dan kami temukan hasilnya negatif,” kata Dudy.
Meski demikian, pemerintah belum langsung membuka Bandara Soekarno-Hatta. Dudy mengatakan pihaknya masih ingin memastikan kondisi benar-benar aman sebelum mengambil keputusan.
Menurutnya, kehati-hatian diperlukan karena arah angin dapat berubah. Dia mencontohkan kondisi pada hari sebelumnya ketika arah pergerakan angin mengalami perubahan.
“Kami ingin memastikan betul mengingat bahwa sebagaimana kemarin terjadi perubahan dari angin yang semula bergerak ke arah timur dari barat kemudian bergerak ke arah timur,” ujarnya.
“Kami ingin memastikan lagi, Bapak Presiden, sebelum kami membuka Bandara Soekarno-Hatta atau bandara yang berada di sekitar Gunung Anak Krakatau,” sambung Dudy.
