Menkes Ingatkan DBD Berpotensi Naik saat El Nino, Ini Cara Pencegahannya

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan potensi peningkatan kasus demam berdarah dengue (DBD) ketika terjadi fenomena El Nino. Menurutnya, secara historis kasus DBD cenderung meningkat saat El Nino terjadi.
Menurut Budi, pemerintah telah mengeluarkan surat edaran sebagai langkah antisipasi. Protokol tersebut mencakup pencegahan, deteksi, hingga penanganan pasien DBD.
“Untuk yang El Nino, memang sejarahnya kalau ada El Nino, dengue naik, ya. Itu sebabnya kita sudah mengeluarkan surat edaran agar protokol penanganan dengue mulai dari deteksinya, pencegahannya pencegahannya dulu, mesti bersih-bersihin air, ya,” kata Budi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (14/9).
Budi menjelaskan deteksi dini menjadi salah satu kunci dalam menangani DBD. Salah satu tanda yang perlu diperhatikan adalah penurunan kadar trombosit pada pasien.
“Kemudian deteksinya, kan itu mesti periksa darah, dan penanganannya. Indonesia sebenarnya kematian dengue itu tertangani dengan baik. Yang penting kita tahu deteksinya harus cepat-cepat ketahuan,” ujar Budi.
“Jadi, teman-teman tahu, kan? Kalau dengue itu kalau diukur trombosit mulai turun, nah itu yang ciri-ciri bahwa itu dengue,” lanjutnya.
Meski secara historis kasus DBD meningkat ketika terjadi El Nino, Budi mengatakan belum terlihat adanya peningkatan kasus yang berkaitan dengan fenomena tersebut saat ini.
“Belum kelihatan ada kenaikan. Kita biasanya nanti kalau sudah peak, dia agak turun, nah itu dengue naik,” ujarnya.
Budi juga menjelaskan kondisi udara yang disebut berkaitan dengan El Nino. Menurutnya, DBD berkaitan dengan kekeringan dan kelembaban udara bukan kualitas baik buruknya udara.
“Itu tidak ada hubungannya sama dengue. Dengue itu hubungannya sama udara, ya. Sama kekeringan dan kelembapan udara. Itu naik, ya. Sudah, ya,” kata Budi.
