Menkes Sebut Buka Donasi untuk NTT: DPR yang LHKPN Besar Boleh Bantu

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, saat memberikan keterangan usai acara dialog kesehatan "Bicara Tentang Hati: Solid Habit, Steong Liver" di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Selasa (2/6/2026). Foto: Jeni Ritanti/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, saat memberikan keterangan usai acara dialog kesehatan "Bicara Tentang Hati: Solid Habit, Steong Liver" di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Selasa (2/6/2026). Foto: Jeni Ritanti/kumparan

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan banyak fasilitas dan alat kesehatan yang rusak akibat gempa mengguncang NTT. Untuk menangani itu, ia menyebut Kemenkes mencari dana dari segala sumber, termasuk sponsorship dan donasi.

Budi mengatakan, jika ada pihak yang bisa membantu, Kemenkes akan sangat terbuka. Hal itu dikarenakan anggaran dari pemerintah pusat biasanya lama untuk dicairkan.

"Ada beberapa ini yang Puskesmas ya, ada 166 dan kita udah punya pengalaman yang kita lakukan di Aceh, ini turunnya anggaran lama, jadi mungkin Komisi IX bisa membantu, yang merupakan wakil dari NTT nanti bisa bantu," kata Budi saat rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/8).

"Nanti Kementerian Kesehatan akan coba carikan dari sponsorship juga. Nah, ini kita kasih contoh, ya. Karena kalau nunggu dari pemerintah kadang-kadang terlampau lama," lanjutnya.

Budi juga mengungkapkan pihaknya telah mendata alat kesehatan yang rusak imbas bencana tersebut.

"Selanjutnya. Ini alat kesehatan juga sudah di-register semua, mana yang rusak, mana yang bisa diperbaiki, mana yang tidak gitu ya. Ini sama seperti Aceh," tuturnya.

Budi mengatakan Kemenkes membuka donasi jika ada pihak yang ingin membantu dana untuk memperbaiki atau mengganti alat kesehatan yang rusak. Bantuan tersebut tak harus melalui Kemenkes, tapi juga bisa disampaikan secara langsung ke faskes yang terdampak.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kedua kiri) berbincang dengan staf RSUD Komodo di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (18/8/2026). Foto: Gecio Viana/ANTARA FOTO

"Nah, kita buka donasi, Bapak Ibu. Karena kadang-kadang ini lebih cepat. Jadi sesudah kita dapat list alat-alatnya yang tadi rusak, maka kita buka siapa yang mau bantu. Sehingga dengan demikian mempercepat juga, layanan kesehatannya bisa kembali ke sebelumnya ya. Dan nggak usah langsung ke kita, langsung aja boleh juga kok. Langsung boleh," katanya.

Budi mempersilakan jika ada anggota DPR yang ingin ikut menyumbang. Terutama, kata dia, jika LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara) anggota tersebut tinggi.

"Jadi kalau temen-temen DPR juga yang LHKPN-nya besar-besar mau bantu juga, itu list-nya ada kok, nanti tinggal bilang ke Ibu Riska atau Pak Aco nanti langsung dikirim ke sana gitu. Pak Charles Honoris kan, keluarganya nasabah saya dulu, bapak-bapak dan om-omnya gitu. Kalau mau bantu juga bisa," ujar Budi sembari tersenyum.

Budi pun menyinggung pihak-pihak yang memiliki rumah sakit. Ia mengatakan menyumbang bagian dari amal ibadah.

"Nah, itu tadi yang untuk, ini Bapak Ibu, untuk yang bencana, bencana NTT. Yang punya rumah sakit di sini juga banyak gitu, siapa tahu mau nyumbang-nyumbang boleh, amal ibadah," tutur dia.