Menlu Ungkap RI Akan Sumbang Dana Rp 21,5 M untuk Badan Pengungsi Palestina

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menlu Sugiono dorong perdamaian Palestina di Sidang Umum PBB di New York, AS, Senin (21/9/2026). Foto: Kemlu RI
zoom-in-whitePerbesar
Menlu Sugiono dorong perdamaian Palestina di Sidang Umum PBB di New York, AS, Senin (21/9/2026). Foto: Kemlu RI

Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono mengungkapkan Indonesia akan menyumbang dana sebesar USD 1,2 juta atau setara Rp 21,5 miliar kepada United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East (UNRWA).

Hal itu disampaikannya dalam forum tingkat menteri untuk mendukung UNRWA di Markas Besar PBB, New York, Kamis (24/9) waktu setempat.

"Komitmen Indonesia tetap teguh dan konsisten, dan tahun ini kami akan melanjutkan kontribusi tahunan kami sebesar 1,2 juta Dolar AS kepada UNRWA. Kami mendorong pihak-pihak lain untuk meningkatkan dukungan mereka," ujar Sugiono.

Dalam kesempatan yang sama, Sugiono menuturkan, UNRWA telah menghadapi tekanan yang besar. Salah satunya, Sugiono menyoroti pendudukan pusat pelatihan milik UNRWA di Yerusalem.

"Hal ini menghambat operasi badan tersebut dan melanggar prinsip tidak dapat diganggu-gugatnya fasilitas PBB di bawah hukum internasional," tutur Sugiono.

"Hal ini tidak boleh dibiarkan terus berlanjut. UNRWA harus dapat melaksanakan mandatnya secara penuh dan efektif karena jutaan pengungsi Palestina bergantung pada bantuannya. Personel dan fasilitasnya harus dilindungi, sementara pendanaan yang berkelanjutan dan dapat diprediksi harus dijamin untuk badan tersebut," lanjutnya.

Sugiono menyebut, saat ini UNRWA membutuhkan dukungan untuk mempertahankan tugasnya.

"Indonesia akan terus berdiri bersama UNRWA dan mendukung mandat yang dipercayakan kepadanya," pungkasnya.