Menteri PU soal Gaya Komunikasi Dikritik: Saya Asal dari Jatim, Agak Selengean

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/6/2026).  Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/6/2026). Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menanggapi kritik publik terhadap gaya komunikasinya yang dinilai selengean [KBBI: kurang santun dan tidak bisa bersikap serius].

Dody menegaskan dirinya terbuka terhadap kritik dan menganggap masukan tersebut sebagai bahan untuk memperbaiki diri.

"Lho, enggak ada masalah. Kritik itu kan bagus. Kritik itu bagus membuat saya lebih bisa memperbaiki diri lagi ke depan. Enggak, enggak ada masalah." kata Dody usai menghadiri Sidang Kabinet Paripurna di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (20/7).

Dody juga membantah anggapan bahwa dirinya mendapat teguran atau perhatian khusus dari Presiden Prabowo Subianto terkait kritik yang beredar.

"Enggak ada... enggak (ada teguran dari Presiden)," ujarnya.

Ia juga memastikan belum pernah dipanggil untuk dievaluasi terkait persoalan tersebut.

"Belum ada, belum ada," katanya.

Meski mengaku kerap dipanggil Presiden, Dody menegaskan pertemuan tersebut bukan untuk membahas kritik terhadap gaya komunikasinya.

"Kalau dipanggil ya sering, tiap saat. Tapi enggak, enggak ada urusan begituan lah," ucapnya.

Ketika ditanya mengenai gaya komunikasinya yang selengean, Dody mengaitkannya dengan latar belakang dirinya yang berasal dari Jawa Timur dan sebelumnya berkarier di sektor swasta.

"Ya gimana, saya ini asalnya dari Jawa Timur, orang swasta, gimana, ya agak selengean, ya sudahlah," ujar Dody yang lahir di Mojokerto, Jawa Timur, pada 7 Februari 1966 ini.

Namun demikian, Dody menegaskan dirinya tetap bersikap serius apabila membahas persoalan yang bersifat teknis maupun berkaitan langsung dengan tugas kementeriannya.

"Kecuali sesuatu yang teknis banget baru saya akan serius. Kalau ini kan bukan sesuatu yang serius, ini hoaks semua, gimana...," tandas dia.