Menuju 5 Abad Jakarta, Rano Karno: Kami Lanjutkan Fondasi yang Sudah Dibangun

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno usai menghadiri Jakarta Twilight Soiree dalam memperingati HUT ke-499 Kota Jakarta di kawasan Jakarta Pusat, Senin (22/6/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno usai menghadiri Jakarta Twilight Soiree dalam memperingati HUT ke-499 Kota Jakarta di kawasan Jakarta Pusat, Senin (22/6/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan pemerintahan Gubernur Pramono Anung dan dirinya saat ini lebih fokus melanjutkan program pembangunan yang telah dirintis para gubernur sebelumnya dibanding menghadirkan terobosan yang sepenuhnya baru.

Menurut Rano, masa kepemimpinan Pramono-Rano yang belum genap satu setengah tahun membuat berbagai program pembangunan masih berada dalam tahap pelaksanaan dan penyempurnaan.

“Kalau dikatakan terobosan, kami ini baru satu tahun, mungkin belum satu tahun setengah ya. Barangkali memang belum banyak terobosan yang besar,” kata Rano usai menghadiri Jakarta Twilight Soireè dalam rangka HUT ke-499 Jakarta di Jakarta Pusat, Senin (22/6).

Cakrawala kota dengan latar belakang Pasar Tanah Abang (tengah), pasar grosir tekstil terbesar di Asia Tenggara, difoto di Jakarta (7/5/2026). Foto: Bay Ismoyo/AFP

Rano menegaskan pembangunan Jakarta saat ini merupakan kelanjutan dari berbagai program yang telah dirancang dan disiapkan oleh pemerintahan sebelumnya.

“Karena memang pada dasarnya kami ini kan melanjutkan pembangunan para gubernur. Tidak ada yang sesuatu yang baru,” ujarnya.

Meski demikian, ia menyebut sejumlah proyek mulai menunjukkan hasil di lapangan. Salah satunya adalah penataan kawasan Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, yang kini telah bebas dari tiang-tiang monorel mangkrak.

“Tapi artinya hasilnya alhamdulillah seperti Rasuna Said sudah bebas dari tiang monorel, sudah menjadi daerah bagus,” tuturnya.

Foto udara proyek pembangunan stasiun Light Rail Transit (LRT) Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai di Pramuka, Jakarta, Jumat (12/6/2026). Foto: ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah

Singgung Proyek "Jembatan Donat" dan Giant Sea Wall

Selain penataan Rasuna Said, Rano menyinggung proyek pembangunan jembatan penyeberangan ikonik berbentuk melingkar yang akan menghubungkan kawasan Sudirman. Proyek tersebut sempat dikenal publik dengan sebutan "jembatan donat".

“Kemudian kemarin juga kita groundbreaking tentang sampai hari ini Pak Gub bilang belum ada namanya. Tapi kita tahu namanya Cincin Donat. Nah nanti istilahnya namanya seperti apa nanti kita cari,” kata Rano.

Ia juga menyebut proyek Giant Sea Wall atau tanggul laut raksasa sebagai salah satu agenda besar yang tengah dipersiapkan pemerintah.

Meski begitu, Rano mengakui proyek tersebut masih membutuhkan waktu panjang sebelum dapat terealisasi sepenuhnya dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Kalaupun baru itu yang dibilang Giant Sea Wall. Tapi itu memang proyeknya masih lama. Tapi sekarang kita sudah preparation,” ujarnya.

Tak Hanya Bangun Infrastruktur

Rano menegaskan pembangunan Jakarta tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga pengembangan kualitas sumber daya manusia.

“Cuma memang dikatakan kita ini tidak membangun fisik ya, tapi juga manusianya kita bangun. Intinya sebetulnya itu,” tutupnya.