Menunaikan Langkah Orang Tua ke Tanah Suci: Kisah Kakak-Adik Asal Medan Berhaji
·waktu baca 2 menit

Senyum hangat terlihat dari sosok dua perempuan yang baru saja tiba di Bandara Prince Mohammad Bin Abdul Aziz, Madinah. Keduanya adalah kakak-adik, yang berkesempatan berhaji di tahun ini.
Keduanya adalah Fira (27) dan Putri (29). Mereka menggantikan porsi kedua orang tuanya yang wafat saat menunggu keberangkatan menuju Tanah Suci.
"Kalau nunggu sebetulnya saya enggak nunggu, karena saya pelimpahan dari orang tua yang meninggal," kata Fira, saat ditemui beberapa waktu lalu.
Keduanya berasal dari Medan. Sang ayah meninggal pada 2020, sementara sang ibu setahun lebih dulu. Setelah itu, ia dan kakaknya mengurus perpindahan kuota haji ke Kementerian Agama (Kemenag).
"Ayah saya kan meninggal 2020, ibu saya 2019, jadi sejak ayah meninggal saya urus berkas ke Kemenag," ucapnya.
"Selama menanti itu pastinya kerja keras ya karena harus ada pelunasan kan, jaga makan, rajin jalan pagi jalan sore gitu sih," sambungnya.
Untuk melunasi itu, Fira harus bekerja melanjutkan usaha keluarga. Di sisi lain, ia dan kakaknya juga harus mengurus dua adiknya yang juga perempuan. Satu berumur 22 tahun, dan yang paling kecil 15 tahun.
Pesan Orang Tua
Fira masih ingat betul pesan yang selalu disampaikan orang tuanya sebelum wafat.
"Saya sih yang masih teringat waktu itu karena ayah saya kena covid, jadi saat dia sesak napas pun bilangnya "Fira nanti jaga adik-adik ya", makanya sampai sekarang dijagain adiknya karena masih kecil," ucap dia.
Doa utama yang akan Fira dan kakaknya panjatkan di tanah suci diperuntukkan untuk mendiang orang tua mereka.
"Orang tua sih pasti yang pertama," kata Fira.
"Kedua, umur saya sudah 27 tahun. mau buat doa semoga segera ditemukan jodohnya, pekerjaan lancar, adik saya juga sudah mau masuk SMA semoga masuk SMA favorit," pungkasnya.
