Militer AS Lumpuhkan 3 Kapal Tanker di Teluk Oman

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kapal dan tanker di Selat Hormuz di lepas pantai Musandam, Oman, Sabtu (18/4/2026). Foto: STR/ REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Kapal dan tanker di Selat Hormuz di lepas pantai Musandam, Oman, Sabtu (18/4/2026). Foto: STR/ REUTERS

Militer Amerika Serikat (AS) mengaku melumpuhkan sebuah kapal tanker yang diduga mengangkut minyak Iran melalui Teluk Oman, di tengah blokade yang diberlakukan Washington terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Laporan Reuters menyebut Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) pada Kamis (11/6) mengonfirmasi kapal berbendera Guinea-Bissau, M/T Jalveer, menjadi sasaran setelah awaknya mengabaikan instruksi pasukan AS.

"CENTCOM mengambil tindakan terhadap kapal M/T Jalveer berbendera Guinea-Bissau saat berupaya mengangkut minyak dari Iran melalui Teluk Oman. Sebuah pesawat AS menembakkan dua rudal Hellfire ke ruang mesin kapal setelah awaknya berulang kali gagal mematuhi instruksi dari pasukan AS," demikian pernyataan CENTCOM dalam unggahan artikel di X.

Menurut militer AS, kapal tersebut berhasil dilumpuhkan setelah rudal menghantam ruang mesin.

Insiden itu menjadi serangan ketiga terhadap kapal tanker komersial dalam pekan ini dan yang kesembilan sejak blokade terhadap Iran dimulai pada 13 April.

X post embed

Serangan terbaru terjadi sehari setelah insiden serupa di lepas pantai Oman yang menewaskan tiga awak kapal asal India dan memicu protes diplomatik dari New Delhi, seperti dilansir AFP.

CENTCOM mengklaim sejak blokade diberlakukan, sebanyak 135 kapal telah dialihkan atau dipaksa mengubah rute, sementara 42 kapal yang membawa bantuan kemanusiaan tetap diizinkan melintas.

"Sejak dimulainya blokade pada 13 April, kami telah mengalihkan 135 kapal yang mematuhi instruksi dan mengizinkan 42 kapal yang mendukung bantuan kemanusiaan untuk melintas," ujar CENTCOM.

Ketegangan di kawasan meningkat setelah Iran menutup Selat Hormuz hingga waktu yang belum ditentukan, sementara AS terus memperketat operasi maritimnya di sekitar Teluk Persia dan Teluk Oman.