Momen Megawati Kenang Masa Kecil Bareng Bung Karno Lewat Lukisan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Lukisan "Kuantar ke Seberang" karya Agus Noor di Pameran Seni Rupa "Mata Hati Soekarno" di Le Gareca Space, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, Sabtu (6/6/2026). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Lukisan "Kuantar ke Seberang" karya Agus Noor di Pameran Seni Rupa "Mata Hati Soekarno" di Le Gareca Space, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, Sabtu (6/6/2026). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Presiden ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri menghadiri pembukaan Pameran Seni Rupa "Mata Hati Soekarno" di Le Gareca Space, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, Sabtu (6/6).

Pameran ini digagas oleh budayawan Butet Kartaredjasa. Bertepatan dengan hari lahir Presiden Pertama RI Soekarno, pameran ini melibatkan 47 perupa.

Usai memberikan sambutan, Megawati lalu masuk ke ruang pameran berkeliling melihat lukisan. Langkah kakinya terhenti di lukisan "Kuantar ke Seberang" karya Agus Noor. Senyum merekah dari bibir Megawati.

Agus Noor melukis Soekarno yang sedang bersepeda, sementara Megawati kecil dibonceng Soekarno di depan.

"Ini (lukisan) Agus Noor tadi, yang pidato (sambutan) tadi," kata Butet kepada Megawati.

"Ini saya cari ketika ibu (masa kecil) di Yogya," kata Agus Noor kepada Megawati.

Presiden ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri menghadiri pembukaan pameran "Mata Hati Soekarno" yang digelar di Le Gareca Space, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, Sabtu (6/6/2026). Foto: Arfiansyah Panji/kumparan

Agus Noor mengatakan pesan dari lukisan ini adalah Bung Karno mengantar bangsa ini ke gerbang kemerdekaan.

"Spiritnya setelah gerbang kemerdekaan, adil makmur, itu tanggung jawab Ibu lho (Megawati)," katanya.

"Mosok saya," jawab Megawati disambut tawa orang-orang yang hadir di ruangan itu.

Megawati bersama rombongan kemudian lanjut berkeliling melihat lukisan-lukisan lainnya.

Beberapa lukisan di antaranya "Sang Dirigen Republik" karya Irwanto Lentho, lalu "Sang Flamboyan" karya Nasirun, hingga "Happy Birthday Mr. President; Surabaya June 06 1901-2026" karya Ronald Manurung.

Presiden ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri menghadiri pembukaan pameran "Mata Hati Soekarno" yang digelar di Le Gareca Space, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, Sabtu (6/6/2026). Foto: Arfiansyah Panji/kumparan

Dalam sambutannya, Megawati mengatakan ayah dan ibunya juga merupakan seniman.

"Kami dididik di istana itu, bapak ibu saya itu sebetulnya seorang seniman. Tapi tidak tertonjolkan selama ini," kata Megawati.

Megawati mengatakan anak-anak Bung Karno saat berumur lima tahun sudah harus belajar menari.

"Tapi baru setelah saya bertemu dengan seorang profesor ortopedi tulang. Ketika saya diperiksa oleh beliau, beliau itu nanya, "Umurnya Ibu sebenarnya berapa tahun?" Tidak usah tanya-tanya umur," kata Megawati.

Dokter ortopedi itu bilang tulang Megawati masih kuat. Ternyata ini adalah salah satu manfaat berkesenian, dalam hal ini menari.

"Makanya kalau nanti Ibu-ibu yang punya anak itu, itu cepat-cepatlah untuk bisa menari. Dari umur lima (tahun). Rupanya itu ketika umur lima itu kan mulai membangun pertumbuhan badan ya, ya tulang dan lain sebagainya," kata Megawati.

Semasa hidup Bung Karno juga kerap mengumpulkan pelukis. Sehingga Megawati pun banyak mengenal para pelukis.

Presiden ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri menghadiri pembukaan pameran "Mata Hati Soekarno" yang digelar di Le Gareca Space, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, Sabtu (6/6/2026). Foto: Arfiansyah Panji/kumparan

Sementara itu, Butet menjelaskan lukisan Agus Noor merupakan lukisan nostalgia ketika Megawati berusia tiga tahun.

"Itu lukisan nostalgia ketika Ibu Mega berusia tiga tahun diboncengkan Bung Karno dengan judul "Kuantar ke Seberang" jadi ibu yang mengantar bangsa ini ke seberang," katanya.

Butet mengatakan dengan pameran ini, Butet ingin para seniman memahami bahwa mewarisi Bung Karno bukan hanya mewarisi abunya tetapi apinya.

"Yang harus diusung ke depan. Karena hanya seorang Bung Karno yang bisa menyatukan keragaman etnik," kata Butet.

Butet mengatakan pameran akan berlangsung selama satu bulan ke depan dan dibuka untuk umum.

Dalam pembukaan hari ini turut hadir Permaisuri Keraton Yogyakarta GKR Hemas, mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, mantan Menkopolhukam Mahfud MD hingga eks Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Lalu hadir pula Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo, dan Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih.