Monitoring dan Evaluasi, Lapas Mojokerto Terima Kunjungan Monitoring dan Evaluas

Akun Resmi Humas Lapas Kelas IIB Mojokerto
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Lapas Mojokerto tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mojokerto – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto menerima kunjungan monitoring dan evaluasi dari Tenaga Ahli Menteri Bidang Isu-Isu Strategis Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Laksda TNI (Purn.) Paulus Rahmad Wahyudi, S.E., M.Tr.(Han). Kunjungan ini dilakukan untuk meninjau secara langsung kondisi lingkungan lapas, pelayanan, serta pelaksanaan program pembinaan bagi warga binaan, Kamis (22/10).
Dalam kunjungan tersebut, Paulus Rahmad Wahyudi meninjau sejumlah area, mulai dari dapur, bengkel kerja (bimker), hingga blok hunian yang meliputi blok tahanan, narapidana, dan perempuan. Peninjauan ini dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi fasilitas, pelaksanaan pelayanan, serta penyelenggaraan pembinaan di Lapas Mojokerto.
Saat meninjau bengkel kerja, Paulus Rahmad Wahyudi mengapresiasi berbagai kegiatan pembinaan kemandirian yang dilaksanakan, di antaranya pembuatan patung, kerajinan tangan, serta peternakan. Kegiatan tersebut dinilai menjadi sarana positif untuk mengembangkan keterampilan dan kreativitas warga binaan sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.
“Saya mengapresiasi program pembinaan yang telah berjalan, khususnya kegiatan pembuatan patung, kerajinan, dan peternakan. Kegiatan seperti ini penting untuk membekali warga binaan dengan keterampilan, sehingga nantinya dapat menjadi modal untuk hidup mandiri dan produktif setelah menyelesaikan masa pidana,” ujar Paulus Rahmad Wahyudi.
Kepala Lapas Kelas IIB Mojokerto, Arifin Akhmad, menyampaikan bahwa pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan dan pembinaan, baik dalam aspek kepribadian maupun kemandirian. “Kami berkomitmen untuk terus mengoptimalkan program pembinaan bagi warga binaan, termasuk mengembangkan keterampilan melalui kegiatan kerja yang produktif. Kami berharap hasil pembinaan ini dapat menjadi bekal bagi warga binaan untuk membangun kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat,” ungkap Arifin.
Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, Lapas Mojokerto berharap pelaksanaan tugas pemasyarakatan semakin optimal, mulai dari pemenuhan layanan hingga penguatan program pembinaan. Kegiatan ini sekaligus menjadi motivasi bagi seluruh jajaran untuk terus meningkatkan kinerja, menjaga kualitas pelayanan, dan mewujudkan pemasyarakatan yang profesional serta bermanfaat bagi masyarakat.
