Motif Pembunuhan Fotografer Lampung Timur: Ingin Kuasai Harta Korban

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi garis polisi. Foto: Nugroho Sejati/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi garis polisi. Foto: Nugroho Sejati/kumparan

Polisi mengungkap motif kasus pembunuhan terhadap Isnandar Ahmad, fotografer asal Dusun V, Desa Hargomulyo, Kecamatan Sekampung, Lampung Timur.

Kasatreskrim Polres Lampung Timur Iptu Muhammad Iksir mengatakan, kedua pelaku, yakni Riki Perlian (26) dan Nur Hidayat (39), diketahui baru mengenal korban melalui media sosial.

"Dari hasil penyelidikan sementara, kedua pelaku merupakan teman korban yang baru berkenalan melalui media sosial," kata Iksir, Selasa (15/9).

Menurutnya, sebelum melakukan aksi tersebut, pelaku telah memantau aktivitas korban melalui akun media sosial hingga mengetahui lokasi rumah korban.

instagram embed

"Korban ini fotografer yang cukup dikenal di wilayah sana. Kedua pelaku sudah mengintai dari media sosial dan mengetahui lokasi rumah korban," ujar Iksir.

Iksir menjelaskan, motif sementara pembunuhan tersebut yakni pelaku ingin mengambil harta milik korban.

"Barang-barang korban yang diambil oleh pelaku, yakni mobil Mitsubishi Xpander, perhiasan emas, handphone merek iPhone 17 Pro Max, unit handphone merek Oppo," ujar dia.

Kendaraan roda empat milik korban tersebut kini telah berhasil ditemukan oleh polisi. Sementara sepeda motor Honda Beat warna biru putih yang sebelumnya ditemukan di lokasi kejadian diketahui merupakan milik pelaku.

"Motornya bukan sengaja ditinggal. Karena pelaku mau pergi, kuncinya hilang, tidak tahu jatuh di mana. Rupanya terselip di bawah kursi rumah korban, sehingga akhirnya kendaraan yang dibawa hanya mobil korban," jelasnya.

Timah Panas

Sebelumnya, polisi menangkap Riki dan Nur Hidayat yang terlibat dalam pembunuhan Isnandar. Riki diamankan di kawasan Pelabuhan Bakauheni. Timah panas dihadiahkan ke kakinya setelah tersangka melawan.

Sementara Nur Hidayat ditangkap di Dusun Srikaya, Desa Sukadana Tengah, Kecamatan Sukadana, Lampung Timur.

Dari hasil olah TKP, korban diduga meninggal dunia pada Minggu (13/9) sebelum ditemukan tewas bersimbah darah. Polisi menyebut korban mengalami sekitar 29 luka tusukan akibat senjata tajam jenis belati.

Saat ini, kedua pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Lampung Timur untuk mengungkap lebih lanjut kronologi dan peran masing-masing dalam kasus tersebut.