MRT Jakarta Siapkan 10 Pengembangan Baru Kawasan TOD, Ada Glodok dan Kota Tua

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah wisatawan menikmati suasana kawasan Kota Tua di Jakarta, Senin (23/3/2026). Foto: Salma Talita/ ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah wisatawan menikmati suasana kawasan Kota Tua di Jakarta, Senin (23/3/2026). Foto: Salma Talita/ ANTARA FOTO

PT MRT Jakarta (Perseroda) tak cuma diberi mandat untuk mengelola transportasi massal, namun juga mempersiapkan dan mendorong pengembangan berorientasi transit alias TOD.

Kepala Divisi Property Management MRT Jakarta, Iqbal Bimo Arifianto, menyebut saat ini ada dua kawasan dan properti yang dikelola MRT Jakarta, yakni Transport Hub Dukuh Atas di Jakarta Pusat, dan Blok M Hub di Jakarta Selatan. Namun Iqbal membocorkan, akan ada 10 pengembangan titik TOD baru yang akan digarap.

Dari titik-titik tersebut, ada yang panduan urban desainnya telah selesai, ada yang masih dalam proses ratifikasi, ada pula yang draft desainnya masih disiapkan.

Iqbal Bimo Arifianto, Kepala Divisi Property Management MRT Jakarta. Foto: Sifa Maulida/kumparan

“Dari Pedestrian Deck (Dukuh Atas) sudah disebut-sebutkan, Extended Concourse (Bundaran HI) juga sudah disampaikan, itu adalah dua aset yang nanti akan dioperasionalkan atau kita lakukan pengelolaan,” kata Iqbal.

Katanya, desain TOD yang kini masih dalam proses persiapan draft antara lain kawasan Glodok dan Kota Tua, sejalan dengan konstruksi MRT Fase 2A yang masih berjalan.

Menurut Iqbal, tujuan utama pembangunan kawasan TOD yang digarap MRT Jakarta adalah untuk menciptakan kawasan yang mudah diakses, nyaman untuk berjalan, memiliki aktivitas, mendukung ekonomi lokal, dan jadi bagian mobilitas yang terintegrasi.

“Kalau sebelumnya stasiun itu hanya sebagai tempat orang datang dan pergi, saat ini kita mampu menciptakan akses yang baik, tempat yang menarik, fasilitas yang nyaman, dan komunitas yang aktif, malah kawasan tersebut berubah jadi sebuah destinasi,” katanya.

Warga berjalan melewati terowongan jalur pedestrian yang dihiasi lampu warna-warni di Jalan Kendal, dekat Stasiun Sudirman, kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat. Foto: Antara/Dhemas Reviyanto

Saat ditanya terkait kiblat atau percontohan pengembangan kawasan TOD, Iqbal menjawab Hongkong. Menurutnya, negara tersebut sudah menjalankan konsep mixed-use di banyak gedung, jalan, dan kawasannya.

“Di atas stasiun itu ada mal, ada aktivasi, terus ada tower-tower itu punya apartemen, ada hotel, ada service, saat ini kita melihat TOD yang paling sukses itu adalah Hong Kong,” jelas Iqbal.

Bisa Di-Copypaste di Kawasan Lain

Dalam rancangan MRT Jakarta, TOD di wilayah Jakarta Selatan akan cukup banyak dikembangkan lagi. Misalnya Lebak Bulus dan Fatmawati, setelah sebelumnya Blok M yang kini semakin bergeliat.

Wali Kota Jakarta Selatan Syafrin Liputo pun berharap bahwa pengembangan TOD ini bisa banyak terjadi di banyak wilayah Jakarta.

“Saya harapkan setelah kita mendapatkan gambaran dan rencana secara terukur, bisa di-copy paste ke lokasi-lokasi lainnya,” katanya saat ditemui di kawasan Bundaran HI belum lama ini.

Suasana kawasan Blok M, Jakarta Selatan, di hari kedua long weekend Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus, Jumat (15/5). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Menurutnya, Blok M yang saat ini begitu digandrungi, bisa jadi contoh bagi kawasan lain. Di Blok M, kini hampir semua mobilitas terintegrasi, sistem transitnya pun terbilang baik.

“Di kawasan Blok M itu sudah mulai ada kegiatan-kegiatan secara masif oleh masyarakat, yang kita harapkan bisa diikuti oleh kawasan lain juga,” kata Syafrin.