Muktamar Ke-35 NU: Rais Aam Dipilih Lewat AHWA, Ketum One Man One Vote

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya,  meninjau arena Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Rabu (26/8/2026). Foto: Dok. PBNU
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, meninjau arena Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Rabu (26/8/2026). Foto: Dok. PBNU

Ketua Umum Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat KH Juhadi Muhammad mengatakan, seluruh 27 Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Jawa Barat telah hadir dan melakukan registrasi sebagai peserta Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jatim, Kamis (27/8).

Juhadi tiba di lokasi sekitar pukul 09.30 WIB bersama rombongan PWNU Jawa Barat.

Peserta Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) antre melakukan registrasi di Madrasah Aliyah Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Rabu (26/8/2026). Foto: Syaiful Arif/ANTARA FOTO

Ia mengatakan, seluruh perwakilan PWNU dan PCNU se-Jawa Barat telah menyelesaikan registrasi tanpa kendala.

"Alhamdulillah hari ini kita sudah berada di lokasi pelaksanaan Muktamar ke-35, yaitu di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Jombang. Kedatangan kami tentu semua. Jawa Barat itu punya 27 PCNU, berarti dengan PW-nya berarti 28. Alhamdulillah komplet semua, bisa datang ke sini, bisa daftar registrasi, dan registrasi juga tidak ada kendala apa-apa, alhamdulillah semuanya lancar, aman, kondusif," ujar Juhadi di Ponpes Bahrul Ulum, Jombang.

Mekanisme Pemilihan

Juhadi menuturkan, mekanisme pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU dalam Muktamar Ke-35 NU tetap menggunakan mekanisme yang telah ditetapkan.

Suasana Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, jelang pembukaan Muktamar ke-35 NU, Kamis (27/8/2026). Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan

Pemilihan Rais Aam dilakukan melalui Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA), yakni majelis atau forum musyawarah yang beranggotakan sejumlah ulama sepuh atau kiai senior.

Sementara pemilihan Ketua Umum PBNU dilakukan dengan sistem satu orang satu suara dari peserta muktamar (muktamirin) yang memiliki hak suara (PWNU, PCNU, PCINU/luar negeri).

"Ya, untuk pelaksanaan hari ini masih untuk pemilihan Rais 'Aam masih tetap melalui AHWA dan pemilihan ketua umum yaitu masih one man one vote, satu orang satu suara," ucapnya.

Juhadi berharap Muktamar ke-35 NU berjalan lancar, aman, dan kondusif serta menghasilkan keputusan terbaik bagi organisasi.

"Gelaran Muktamar ke-35 harapan kami PWNU Jawa Barat bersama beserta seluruh PCNU se-Jawa Barat harapannya bagaimanapun pelaksanaan muktamarnya bisa berjalan dengan lancar, aman, kondusif, dan mendapatkan keputusan-keputusan terbaik dan mendapatkan kepemimpinan PBNU 5 tahun ke depan yang terbaik yang akan bisa merubah wajah Nahdlatul Ulama," ujarnya.