Muktamar NU Terima LPJ PBNU Gus Yahya Setebal Hampir 800 Halaman

Muktamirin dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) seluruh Indonesia menerima laporan pertanggungjawaban (LPJ) kepengurusan PBNU yang disampaikan Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya.
LPJ tersebut disampaikan Gus Yahya dalam Sidang Pleno II Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Jumat (28/8).
Dalam sidang tersebut, Gus Yahya memaparkan LPJ yang terdiri dari hampir 800 halaman. Laporan itu mencakup berbagai program kerja hingga laporan keuangan kepengurusan PBNU.
Setelah LPJ disampaikan, panitia meminta perwakilan PWNU menyampaikan sikap terhadap laporan tersebut. Sebanyak 12 PWNU dari berbagai daerah menyampaikan pandangan dan seluruhnya menyatakan menerima LPJ PBNU.
"Saya atas nama seluruh PWNU Maluku 10 cabang dengan ini menyatakan bahwa menerima dan berterima kasih atas laporan pertanggungjawaban dari PBNU periode ini," ujar perwakilan PWNU Maluku.
Setelah perwakilan PWNU menyatakan menerima, pimpinan sidang kemudian menanyakan kepada seluruh muktamirin apakah ada yang menolak LPJ tersebut.
Tidak ada muktamirin yang menyatakan penolakan. Pimpinan sidang kemudian menyimpulkan LPJ PBNU diterima oleh peserta Muktamar ke-35 NU.
Sekretaris Steering Committee (SC) Muktamar ke-35 NU, Prof Mohammad Nuh, mengatakan keputusan tersebut diambil setelah seluruh perwakilan yang diminta menyampaikan sikap menerima LPJ.
"Yang kedua laporan pertanggungjawaban. Itu bisa ditolak, bisa diterima juga kan. Tapi alhamdulillah tadi dari 11 something yang kita lakukan, semuanya menerima dengan baik. Oleh karena itu kita simpulkan berarti PW-PW yang lain pun juga menerima dengan baik. Selesai sudah," ujar Mohammad Nuh.
