Musim Haji di Tanah Abang: Kurma hingga Air Zamzam Jadi Primadona Pembeli

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pedagang merapikan kurma di toko pusat oleh-oleh haji, Pasar Tanah Abang, Jakarta, Rabu (20/5/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pedagang merapikan kurma di toko pusat oleh-oleh haji, Pasar Tanah Abang, Jakarta, Rabu (20/5/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Musim haji mulai terasa di kawasan pusat oleh-oleh haji di Blok C Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (20/5). Sejumlah toko yang menjual kurma, kacang arab, kismis, cokelat hingga air zamzam mulai diserbu pembeli.

Pantauan kumparan, terlihat setiap sudut toko dipenuhi berbagai jenis kurma seperti ajwa, sukari, hingga medjool. Deretan air zamzam kemasan juga tersusun di sisi toko.

Tampak pembeli sibuk memilih perlengkapan ibadah seperti sajadah, mukena hingga teko untuk dibagikan kepada keluarga maupun tetangga.

Alma (23), karyawan salah satu toko oleh-oleh haji, mengatakan suasana tahun ini belum seramai musim haji tahun lalu. Namun, pembeli tetap datang mencari kebutuhan oleh-oleh.

Suasana di toko pusat oleh-oleh haji, Pasar Tanah Abang, Jakarta, Rabu (20/5/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

“Kalau dibilang ramai sih enggak terlalu ramai ya. Sekarang kayak enggak ramai kayak tahun kemarin lah. Tapi untuk yang beli ada aja,” kata Alma.

Menurutnya, sebagian calon jemaah dan keluarga jemaah sudah mulai berbelanja. Produk yang paling banyak dicari masih didominasi kurma, kismis, kacang arab dan cokelat.

“Kurma, kismis, cokelat, kacang gitu. Kacang arab, ya buat bagi-bagi biasa,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Wisnu (21), karyawan toko lainnya. Ia menyebut pembeli mulai ramai saat akhir pekan, terutama calon jemaah yang menitip pembelian sebelum keberangkatan.

“Kalau weekend itu banyak banget kalau calon-calon haji. Banyak juga untuk penitipan,” kata Wisnu.

Alma (23), karyawan toko oleh-oleh Haji di Blok C Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat saat ditemui, Rabu (20/5/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Kurma menjadi produk yang paling diburu. Selain itu, pembeli juga banyak mencari kacang-kacangan, cokelat, sajadah hingga botol kosong untuk membawa air zamzam.

“Kalau enggak kacang ya kurma. Selain itu suvenir kayak sajadah juga banyak,” ujar Wisnu.

Di salah satu toko lain, Bagas (20) mengatakan penjualan di tempatnya justru mengalami kenaikan sekitar 60 hingga 70 persen dibanding hari biasa. Banyak pembeli memilih membeli lebih awal lalu menitipkan barang di toko untuk diambil menjelang kepulangan jemaah.

Customer sudah belanja, sudah bayar lunas, barang dititip di tempat kita, nanti baru diambil waktu datang,” kata Bagas.

Ia menyebut ada lima barang yang paling dicari selama musim haji, yakni kurma, kacang arab, kismis, cokelat dan air zamzam.

“Yang paling dicari utama itu kurma, kacang, kismis, cokelat,” ujarnya.

Harga Naik

Suasana di toko pusat oleh-oleh haji, Pasar Tanah Abang, Jakarta, Rabu (20/5/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Di antara berbagai produk, kurma dan air zamzam menjadi primadona pembeli. Harga air zamzam kemasan 5 liter saat ini berkisar Rp 400 ribu hingga Rp 450 ribu per galon.

Beberapa pedagang menyebut harga zamzam mengalami kenaikan dibanding tahun lalu yang masih berada di kisaran Rp 350 ribu hingga Rp 400 ribu.

Tak hanya zamzam, sejumlah komoditas seperti kismis dan kacang pistachio juga mengalami kenaikan harga. Pedagang mengaitkannya dengan pasokan yang terganggu.

Alma menyebut harga kismis yang sebelumnya dijual sekitar Rp 80 ribu kini naik hingga Rp100 ribu–Rp120 ribu. Sementara pistachio yang sebelumnya Rp250 ribu kini mencapai Rp350 ribu per kilogram.

Meski begitu, sebagian pembeli disebut tak masalah dengan kenaikan harga tersebut, sementara lainnya mengeluh.

“Pembeli juga memaklumi sih. Tapi ada juga yang ngeluh soal harganya,” kata Alma.

Namun, kenaikan harga berbagai oleh-oleh tidak menyurutkan minat pembeli.

Anah (35), pembeli oleh-oleh Haji dari Cakung di Blok C Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat saat ditemui, Rabu (20/5/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Anah (35), warga Cakung yang datang ke Tanah Abang untuk berbelanja oleh-oleh bagi temannya yang berangkat haji, mengaku sengaja datang karena pilihan barang yang lebih lengkap.

“Tadi semuanya udah dibeli, kurma, kacang, kismis, sejadah, mukena,” kata Anah.

Namun, ia mengaku cukup terkejut dengan harga sejumlah produk.

“Dia harganya mahal sekarang. Kurma yang 5 kilo itu Rp 1,2 juta yang Medjool. Yang Ajwa 3 kilo tadi Rp 900 ribu,” ujarnya.

Serba serbi oleh-oleh Haji di Blok C Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Foto: Nauval Pratama/kumparan

Sementara itu, Liani (49), pembeli asal Jagakarsa, mengaku tidak terlalu mempermasalahkan kenaikan harga selama masih dalam batas wajar karena memang sedang musim haji.

“Kalau soal harga sih variatif ya. Wajar saja kalau ada kenaikan sedikit karena memang musimnya,” katanya.

Baginya, Tanah Abang tetap menjadi tujuan utama berburu oleh-oleh haji karena pilihan toko dan barang yang lebih beragam.

“Karena lebih banyak ya. Tokonya banyak pilihan, sekalian cari sajadah juga sudah semua ada di sini,” tuturnya.