NasDem Dukung Prabowo hingga 2029, Sikap di Pilpres Berikutnya Belum Ditentukan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh (kanan) mendampingi Presiden terpilih Prabowo Subianto (kiri) saat menghadiri Penutupan Kongres III Partai NasDem di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Selasa (27/8/2024).  Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh (kanan) mendampingi Presiden terpilih Prabowo Subianto (kiri) saat menghadiri Penutupan Kongres III Partai NasDem di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Selasa (27/8/2024). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO

Sekretaris Jenderal Partai NasDem, Hermawi Taslim, menyatakan partainya mendukung Presiden Prabowo Subianto hingga 2029.

Namun, NasDem belum menentukan sikap terkait dukungan untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 dan memilih menunggu tahapan pemilu dimulai.

“Kami mendukung Prabowo sampai 2029. Untuk tahapan 2029-2034 karena belum dimulai tahapannya, sementara kami menunggu tahapan pemilunya dimulai,” kata Hermawi kepada wartawan, Senin (12/10).

Sekjen Partai NasDem Hermawi Taslim menjawab pertanyaan saat menjadi narsum program A1 di Jakarta, Rabu (20/3/2024). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Saat ditanya apakah NasDem masih menunggu dinamika politik yang berkembang menjelang Pilpres 2029, Hermawi menegaskan partainya akan mulai membicarakan hal tersebut ketika tahapan pemilu dimulai.

“Menunggu tahapan pemilunya dimulai baru kami akan membicarakannya,” pungkas Hermawi.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia merespons sikap Presiden ke-7 Jokowi yang tampak tak lagi secara tegas menggaungkan pasangan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dua periode.

Ia mengatakan Golkar masih fokus membantu menyukseskan pemerintahan Prabowo.

“Ya, sejak tahun akhir 2024, standing position Golkar kan jelas. Bahwa kami menghadapi Pilpres tahun 2029, kami sudah punya calon namanya Pak Prabowo,” kata Doli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (8/10).

Doli menjelaskan, Golkar baru menetapkan Prabowo sebagai calon presiden. Sementara penentuan calon wakil presiden akan dilakukan mendekati pendaftaran capres dan cawapres serta dibicarakan bersama partai politik pengusung.

“Dan ketika ditanya, kenapa tidak sekaligus calon wakil presidennya? Pertama, waktu itu saya jelaskan, ya. Untuk penetapan atau penentuan dan penetapan calon wakil presiden, itu selalu nanti biasanya menjelang-menjelang pendaftaran capres dan cawapres,” kata Doli.

“Karena apa? Karena itu akan dibicarakan terlebih dahulu oleh partai-partai politik pengusungnya,” sambung dia.

Menurut Doli, saat ini belum diketahui partai politik mana saja yang nantinya akan menjadi pengusung pada Pilpres 2029. Karena itu, Golkar belum menentukan siapa yang akan menjadi cawapres Prabowo.

“Dan yang kedua, biasanya penetapan calon wakil presiden itu adalah titik akhirnya adalah presiden. Si yang mau kita usung, calon presiden yang mau kita usung,” jelas Doli.