Negosiator Rusia Respons Trump yang Sebut Ukraina Perlu Presiden Baru: Ikonik

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden AS Donald Trump berbicara di sebuah rapat umum Hari Kemerdekaan, menandai peringatan 250 tahun kemerdekaan AS, di National Mall di Washington, D.C., AS, Sabtu (4/7/2026). Foto: Jonathan Ernst/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Presiden AS Donald Trump berbicara di sebuah rapat umum Hari Kemerdekaan, menandai peringatan 250 tahun kemerdekaan AS, di National Mall di Washington, D.C., AS, Sabtu (4/7/2026). Foto: Jonathan Ernst/REUTERS

Negosiator ekonomi utama Presiden Rusia Vladimir Putin menyambut baik seruan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump agar Ukraina memiliki presiden baru. Dia menyebut pernyataan Trump ikonik dan bersejarah.

"Presiden Trump bergabung dengan banyak pihak yang meyakini bahwa Ukraina membutuhkan kepemimpinan yang benar-benar berfokus pada perdamaian, bukan sikap gemar berperang ala Zelensky... Ikonik dan bersejarah," ujar Kirill Dmitriev, utusan khusus Kremlin untuk kerja sama ekonomi, dalam sebuah unggahan di X, dikutip dari AFP.

Sebelumnya, Trump menyebut sudah saatnya Ukraina punya pemimpin baru. Saat ini, Ukraina dipimpin Presiden Volodymyr Zelensky.

Trump menyampaikan itu seraya mengecam serangan Ukraina terhadap kilang minyak rusia yang menyebabkan tingginya harga solar menjelang pemilu.

Trump mengatakan kepada para wartawan di Gedung Putih bahwa ia telah meminta Zelensky untuk melakukan apa pun yang diinginkannya terhadap Rusia, namun jangan menyerang kilang minyak.

"Dia benar-benar harus menghentikannya," ujar Trump, sebelum menambahkan bahwa menurutnya "sudah saatnya Ukraina memiliki presiden baru."

Dikutip dari BBC, pernyataan Trump soal presiden baru Ukraina disampaikan merespons kritik Zelensky terhadap kesepakatan diesel AS dengan Rusia.

Zelensky sebelumnya memperingatkan bahwa kesepakatan baru untuk memasukkan jutaan ton diesel Rusia ke AS akan memberikan dana bagi Moskow untuk melanjutkan perang melawan negaranya, dan menyebut hal itu sebagai hadiah bagi Presiden Rusia Vladimir Putin.