Nelayan Jembrana Berharap PPN Pengambengan Bisa Atasi Pendangkalan

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Situasi groundbreaking di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan, Jembrana, Selasa (29/9/2026). Foto: Sandra Gisela/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Situasi groundbreaking di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan, Jembrana, Selasa (29/9/2026). Foto: Sandra Gisela/kumparan

Pembangunan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan mendapatkan respons positif dari nelayan yang melaut di Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, Jembrana, Bali.

I Gede Sumajaya, salah satu nelayan di Desa Pengambengan, mengungkap para nelayan di tempat tersebut terkendala dalam proses penangkapan dan pembongkaran ikan. Sejak 2020, nelayan terkendala pendangkalan kolam labuh di Pelabuhan Pengambengan.

"Saya selaku perwakilan nelayan, untuk pengembangan pelabuhan ini, kami sangat berbahagia sekali. Ini harapan kami ke depan selaku nelayan tradisional, khususnya untuk kapal-kapal ukuran 30 gross ton ke bawah," kata Sumajaya di PPN Pengambengan, Jembrana, pada Selasa (29/9).

Sumajaya bercerita, nelayan sudah mulai melaut dari Pelabuhan Pengambengan sejak 2009 dengan kapal-kapal tradisional berukuran 30 gross ton ke bawah. Hasil tangkapan nelayan di sana meliputi ikan lemuru, layang, dan tongkol.

Situasi groundbreaking di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan, Jembrana, Selasa (29/9/2026). Foto: Sandra Gisela/kumparan

Tangkapan nelayan tersebut akan dijual melalui proses pelelangan. Saat dilelang, pembeli akan berkompetisi mendapatkan hasil tangkapan para nelayan. Pemenang lelang tersebut adalah yang mampu membeli dengan harga paling mahal.

Namun, pendangkalan di Pelabuhan Pengambengan mulai terlihat pada 2020. Sumajaya mengatakan efek pendangkalan tersebut makin parah hingga pada 2026 kapal-kapal nelayan sudah tidak bisa masuk lagi ke kolam labuh.

Akibatnya, kegiatan bongkar muat dialihkan ke dermaga yang terletak di luar Pelabuhan Pengambengan. Sumajaya menjelaskan, proses tersebut membutuhkan waktu lebih lama sehingga kualitas ikan menjadi kurang baik dan terjadi penurunan harga.

"Seharusnya ikan itu masuk, jadi produksi ikan sarden. Jadinya berubah menjadi ke produksi tepung ikan," keluhnya.

Sumajaya menambahkan, harga ikan sarden dan tepung ikan berbeda sangat jauh. Harga ikan sarden per kilogram mencapai Rp 18.000 hingga Rp 22.000. Namun, apabila dijadikan tepung ikan, harga tersebut menjadi Rp 2.000 hingga Rp 5.000 per kilogram.

Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono memberikan sambutan saat groundbreaking PPN Pengambengan, Jembrana, Selasa (29/9/2026). Foto: Sandra Gisela/kumparan

Selain itu, pendapatan nelayan di Pelabuhan Pengambengan masih bergantung pada musim. Apabila musim ikan, penghasilan mereka rata-rata mencapai Rp 3 juta hingga Rp 7 juta per periode. Jika bukan musimnya, nelayan tidak bisa melaut dan penghasilan menjadi nol.

"Jika tidak musim, nelayan-nelayan di sini akan beralih fungsi. Ada yang kerja bangunan, ada yang kerja pengaspalan, dan lain sebagainya. Itulah alternatif untuk menghidupi keluarga," terangnya.

Terkait dengan pembangunan PPN Pengambengan, Sumajaya mengaku sudah mendapatkan sosialisasi dari Dirjen Perikanan Tangkap mengenai penempatan kapal. Kapal berukuran kecil akan diletakkan di sebelah kiri PPN Pengambengan, sementara kapal berukuran besar berada di sebelah kanan.

"Kami sudah diberikan penyuluhan supaya nanti tidak ada benturan terkait dengan perekonomian dan penangkapan ikan di sini," ucap Sumajaya.

Para nelayan berharap, dengan adanya pengembangan PPN Pengambengan, proses penangkapan dan pembongkaran ikan dapat menjadi lebih lancar. Sumajaya juga berharap perekonomian para nelayan dapat bertambah.

"Harapan kami ke depan dengan adanya pengembangan ini, nanti ikan kami akan menjadi lebih baik," kata Sumajaya.