Netanyahu soal Aktivis GSF yang Ditangkap: Saya Minta Otoritas Deportasi Segera
·waktu baca 2 menit

Perdana Menteri Israel berkomentar terkait pelayaran aktivis Global Sumud Flotilla (GSF) yang ditangkap Israel, pada Senin (18/5) di perairan internasional, saat hendak menuju ke Gaza. Ia menyebut, para aktivis ini adalah para provokator.
"Israel punya hak untuk menangkap flotilla yang provokatif dan pendukung teroris Hamas untuk masuk ke perairan teritorial kami dan mencapai Gaza," kata Netanyahu, lewat akun X resmi Perdana Menteri Israel, @IsraeliPM, Rabu (20/5).
Lalu, Netanyahu juga menyampaikan akan mendeportasi mereka dengan segara. Ia sudah mengintruksikan jajaranya untuk melaksanakan perintah itu.
"Saya sudah menginstruksikan otoritas terkait untuk mendeportasi provokator itu dengan segera," katanya.
Militer Israel sebenarnya telah mengintersep pelayaran kapal-kapal aktivis kemanusiaan yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla 2.0 ini pada Senin (18/5). Aktivis yang ada di atas kapal-kapal itu ditangkapi, di antara mereka, ada 9 Warga Negara Indonesia.
Berikut daftar lengkapnya sesuai data yang diberikan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) :
Thoudy Badai (Jurnalis Republika) - Kapal Ozgurluk
Rahendro Herubowo (sebelumnya tercantum Rahendro adalah jurnalis iNews namun Pemred iNews Aiman Witjaksono menyatakan Rahendro telah resign dari iNews pada Agustus 2022) - Kapal Ozgurluk
Bambang Noroyono (Jurnalis Republika) - Kapal Boralize
Andre Prasetyo Nugroho (Jurnalis TV Tempo) - Kapal Ozgurluk
Andi Angga (Aktivis) - Kapal Josef
Herman Budiyanto Sudarsono (Aktivis) - Kapal Zafiro
Ronggo Wirasano (Aktivis) - Kapal Zafiro
Asad Aras Muhmmad (GPCI) - Kapal Kasr-1
Hendro Prasetyo (GPCI) - Kapal Kasr-1
