Operasi Semut Mahasiswa-Warga di CFD HI, Sampah Puntung Rokok Mendominasi

Sejumlah mahasiswa dan masyarakat menggelar aksi bersih-bersih atau ‘operasi semut’ di kawasan Car Free Day (CFD) atau Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (20/9).
Aksi tersebut digelar dalam rangka World Cleanup Day (WCD) atau Hari Bersih-bersih Sedunia yang diperingati setiap 20 September.
Pantauan kumparan di lokasi, peserta memungut berbagai jenis sampah yang ditemukan sepanjang rute dari kawasan Dukuh Atas hingga Bundaran HI. Aksi tersebut kemudian berakhir di Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta.
Louis dan Milly, mahasiswa Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta yang mengikuti kegiatan tersebut, mengatakan aksi bersih-bersih itu terbuka bagi masyarakat umum. Selain mahasiswa Atma Jaya, kegiatan tersebut juga diikuti mahasiswa dari kampus lain serta sejumlah komunitas.
“Tiga atau empat lebih kayaknya (komunitas), tiga atau empat lebih gitu,” kata Milly saat ditemui di kawasan CFD Bundaran HI, Minggu (20/9).
Milly mengaku mengikuti kegiatan tersebut karena ingin mencoba suasana CFD di Jakarta sekaligus melakukan kegiatan bersama teman-temannya. Ia berasal dari Tangerang dan mengaku jarang beraktivitas di Jakarta di luar kegiatan kuliah.
Sementara Louis mengatakan dirinya tertarik mengikuti kegiatan tersebut karena di tempat tinggalnya jarang terdapat CFD.
“Terus ternyata seru banget juga di sini, bisa main sama teman-teman sekalian bikin Indonesia jadi bersih,” ujar Louis.
Banyak Puntung Rokok
Saat melakukan operasi semut di sekitar kawasan CFD, peserta menemukan berbagai jenis sampah, mulai dari plastik, tutup botol minuman, bekas makanan, hingga puntung rokok.
Louis mengatakan puntung rokok menjadi salah satu jenis sampah yang paling banyak mereka temukan.
“Kalau kita pungut, 90%-nya tuh puntung rokok. Jadi di mana-mana di jalan, di tanah-tanah tanaman juga banyak banget puntung rokok,” kata Louis.
Milly mengimbau masyarakat yang membawa sampah plastik untuk menyimpannya terlebih dahulu sebelum menemukan tempat sampah.
“Selain puntung rokok, juga sampah-sampah plastik sebaiknya disimpan dulu di tas baru dibuang nantinya. Karena sedikit sampah nanti semakin banyak akan semakin menumpuk,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Anna, mahasiswa Universitas Atma Jaya Jakarta. Ia mengatakan peserta mulai berkumpul sejak pukul 06.30 WIB sebelum melakukan aksi pemungutan sampah.
Menurut Anna, puntung rokok menjadi salah satu sampah yang banyak ditemukan selama mereka menyusuri kawasan tersebut. Selain itu, peserta juga menemukan banyak botol plastik.
“Jadi untuk semua orang yang suka buang puntung rokok sembarangan, mohon ya, jangan sembarangan lagi,” kata Anna.
Ia mengajak masyarakat memanfaatkan tempat sampah yang telah disediakan dan memilah sampah berdasarkan kategorinya.
“Kalau ada sampah, langsung dibuang ke tempatnya aja, jangan sembarangan. Karena itu kan bakal bikin jadi kotor juga kan, jadi enggak asri, terus enggak baik juga buat tanaman-tanamannya,” ujarnya.
Sampah Ditimbang dan Dipilah
Aksi bersih-bersih tersebut juga diikuti masyarakat yang tergabung dalam Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Salah satu anggotanya, Bowo, mengatakan pihaknya berkolaborasi dengan World Cleanup Day Indonesia untuk menggelar kegiatan serupa.
Menurutnya, aksi tersebut dimulai dari Stasiun Dukuh Atas. Peserta kemudian berjalan menuju Bundaran HI dan berakhir di Universitas Atma Jaya Jakarta.
Bowo mengatakan sampah yang ditemukan didominasi puntung rokok, botol plastik bekas air mineral, serta bekas makanan. Anggota lainnya, Wildan, menambahkan bahwa peserta juga menemukan styrofoam dan sedotan.
“Rata-rata puntung rokok, sama bekas air mineral, sama bekas makanan juga banyak,” kata Bowo.
“Styrofoam, bekas makanan, sedotan, kayak gitu. Jadi banyak banget sampah-sampah yang memang susah untuk didaur ulang tapi dibuangnya juga di tempat-tempat yang sembarangan,” tambah Wildan.
Bowo menyebut sampah yang terkumpul selanjutnya dibawa ke Universitas Atma Jaya untuk ditimbang dan dipilah.
“Di Universitas Atma Jaya nanti kita ada penimbangan, lanjut kita akan dipilah di situ. Mana yang akan didaur ulang, mana yang kategori residu yang akan diproses lebih lanjut,” ujarnya.
Ia mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan yang digelar bersamaan dengan World Cleanup Day. Selain di Jakarta, kegiatan serupa juga dilakukan di sejumlah daerah lainnya.
Bowo menyebut sampah yang terkumpul dalam waktu singkat saat aksi di Jakarta bahkan sudah mencapai lebih dari 3 kilogram.
“Ini baru jalan sebentar sudah hampir penuh, kurang lebih udah 3 kilo lebih,” katanya.
Wildan berharap masyarakat semakin disiplin membuang dan memilah sampah, terutama karena tempat sampah dengan kategori berbeda telah tersedia di sejumlah kawasan.
“Minimal membuang sampah pada tempatnya. Apalagi di kota-kota besar ini kita sudah menyediakan, banyak sekali pemerintah ini menyediakan tempat sampah yang di situ dipilah-pilah antara jenis-jenis sampahnya,” ujarnya.
