Operasional Bandara Riyadh Dihentikan usai Sejumlah Orang Luka Terkena Serangan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi bandara di Riyadh. Foto: Markus Mainka/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bandara di Riyadh. Foto: Markus Mainka/Shutterstock

Otoritas Arab Saudi menangguhkan operasional di Bandara Internasional Riyadh pada Sabtu (10/10) setelah serangan terbaru menyebabkan sejumlah orang terluka.

Dikutip dari AFP, imbas serangan itu, sejumlah dokter disiagakan untuk menangani darurat medis. Di saat yang bersamaan, kedutaan besar asing di Saudi memperingatkan warganya untuk menghindari Bandara Internasional Riyadh.

Otoritas penerbangan sipil Saudi mengkonfirmasi adanya serangan yang melukai beberapa orang di bandara tersebut. Sumber diplomatik menyebut serangan itu disebabkan oleh rudal yang ditembakkan oleh kelompok Houthi Yaman.

Kelompok yang didukung Iran tersebut telah berulang kali menargetkan fasilitas itu, dan sebelumnya mengeklaim serangkaian serangan pada hari Kamis yang menewaskan tiga orang serta merusak sebuah pesawat.

Seorang saksi mata di bandara melaporkan mendengar ledakan saat menunggu untuk naik pesawat, sementara saksi lain mengaku melihat serangan yang menyebabkan orang-orang terluka dan berlarian dalam kepanikan.

"Saya berada di gerbang 403 (terminal domestik)," ujar saksi tersebut.

"Saya melihat gerbang 401 terkena serangan, saya melihat orang-orang terluka tepat di depan mata saya. Semua orang berlarian," ujarnya.

Sumber medis mengatakan bahwa kementerian kesehatan telah memerintahkan dokter unit gawat darurat untuk melapor ke rumah sakit di sekitar ibu kota guna menangani korban luka pada hari Sabtu.

"Kami diberi tahu bahwa kami sedang menghadapi 'situasi darurat yang serius'. Para korban luka sedang dipindahkan ke berbagai rumah sakit di Riyadh," kata sumber itu, menyebut banyak korban dalam kondisi kritis.

Kelompok Houthi telah berulang kali menyerang bandara, fasilitas minyak, dan kapal tanker Saudi setelah gencatan senjata dalam perang berkepanjangan melawan pemerintah Yaman yang didukung Riyadh gagal pada bulan Juli.

Pengakuan otoritas Saudi mengenai serangan yang menghantam target sipil tergolong jarang terjadi, di mana para pejabat hanya mengeluarkan sedikit pernyataan terkait serangan Houthi dalam beberapa pekan terakhir.

Otoritas penerbangan menyatakan bahwa jumlah korban luka akibat serangan hari Sabtu masih didata. Mereka menyebut operasional bandara ditangguhkan sementara menunggu selesainya penilaian kerusakan dan verifikasi keamanan fasilitas.

Sumber di sebuah rumah sakit setempat mengatakan lima orang dirawat di unit perawatan intensif setelah terluka di bandara, dengan total puluhan orang terluka akibat kejadian tersebut.

Kerabat dari salah satu korban luka mengatakan bahwa orang tersebut terkena pecahan kaca pada bagian bahu dan lengan. Tiga saksi mata membenarkan adanya evakuasi orang-orang dari bandara.

Dua dokter mengatakan bahwa sejumlah jemaah yang hendak menuju Makkah mengalami luka-luka saat sedang menunggu untuk naik ke pesawat.

Sebuah sumber diplomatik yang mengetahui informasi mengenai kejadian tersebut mengatakan bahwa bandara itu dihantam oleh sebuah rudal sekitar pukul 15.00 waktu setempat.

"Kelompok Houthi menyerang target-target sipil. Bandara Riyadh adalah target sipil," ujar sumber tersebut.