Pasien Beli Tambal Gigi Online, Dokter Gigi: Dipakai Bisa Picu Infeksi-Kematian

Ramai di media sosial (medsos) seorang dokter gigi, Aprillya Sakila, mengungkap kasus pasien yang mengalami infeksi setelah menggunakan bahan tambal gigi yang dibeli secara online dan dipasang sendiri di rumah. Kisah tersebut menjadi sorotan setelah ramai dibicarakan di media sosial, Threads.
Sakila bercerita, pasien tersebut datang dengan kondisi gigi belakang bagian bawah kanan yang membengkak cukup besar dan terasa sakit. Pasien sebelumnya sempat menjalani perawatan di Puskesmas, tetapi terkendala jadwal sehingga memilih membeli bahan tambal gigi secara online dan memasangnya sendiri.
Beberapa bulan kemudian, pasien mengalami pembengkakan dan rasa sakit. Setelah sempat mendatangi sejumlah dokter gigi, pasien akhirnya ditangani Sakila. Bahan tambal tersebut berhasil dilepas dan mengeluarkan nanah dari dalam rongga mulut pasien.
Sakila menjelaskan, penggunaan bahan tambal gigi yang dibeli secara online secara sembarangan merupakan keputusan yang tidak bijak.
Menurutnya, pasien dapat memilih cara tersebut karena berbagai alasan, mulai dari kondisi ekonomi, keterbatasan waktu, trauma terhadap dokter gigi, hingga kurangnya informasi. Namun, tetap saja tidak seharusnya dilakukan karna dapat berdampak pada kesehatan.
“Pasien memilih cara yang lebih mudah, yaitu membeli bahan via online yang mereka tidak tahu itu sangat membahayakan untuk mereka. Mereka tidak tahu dampak berkelanjutannya seperti apa,” kata Sakila ketika ditemui kumparan di Tangerang, Selasa (1/9).
Sakila mengatakan, pasien dalam kasus yang ia tangani awalnya melihat siaran langsung di salah satu aplikasi medsos yang menawarkan bahan tambal gigi dengan harga murah.
Bahan tersebut berbentuk seperti butir plastik yang dipanaskan menggunakan air panas sebelum dipasang pada gigi berlubang.
Pasien kemudian menganggap cara tersebut lebih mudah dan murah dibandingkan harus menjalani perawatan ke dokter gigi.
Sakila mengatakan penggunaan bahan tersebut dapat menimbulkan sejumlah dampak, terutama jika gigi yang ditutup sudah mengalami kerusakan atau infeksi di bagian dalam. Dampak awalnya seperti bau mulut hingga peradangan gusi.
“Dampak pertamanya yang paling ringan tentu bau mulut ya. Biasanya diawali dengan bau mulut dan gusi yang mudah berdarah karena pasti terjadi peradangan infeksi di dalam rongga mulutnya,” ujarnya.
Jika dibiarkan, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi pembengkakan pada bagian luar wajah, demam, hingga rasa sakit. Infeksi yang makin parah juga dapat menjalar ke bagian leher dan berujung pada kematian.
“Yang paling parah dampak yang tidak kita inginkan adalah kematian. Karena bengkak extraoral itu enggak bisa kita gampangin. Biasanya dalam keadaan-keadaan yang sudah kronis dia akan menjalar ke leher kita,” kata Sakila.
Di sisi lain, Sakila mengingatkan masyarakat tidak mudah percaya terhadap penjual bahan tambal gigi di medsos hanya karena menggunakan jas putih atau snelli.
Sakila mengatakan, masyarakat kerap terkecoh dengan penampilan penjual yang terlihat seperti dokter, hingga membuat masyarakat menganggap produk yang ditawarkan sudah terjamin keamanannya.
“Kalau kita lihat live di salah satu aplikasi media sosial, itu memang banyak sekali live orangnya pakai snelli ya, pakai jas putih, sehingga kadang orang merasa bahwa itu adalah dokter,” katanya.
“Jadi orang meyakini bahwa ‘Eh ini dokter nih, dokter yang mempromosikan ini pasti sumbernya kredibel’. Salah pahamnya di situ sih,” lanjutnya.
Oleh karena itu, Sakila mengingatkan untuk tidak mencoba-coba produk yang beredar di medsos, apalagi berkaitan dengan kesehatan.
Sakila pun meminta masyarakat sebaiknya segera datang ke dokter gigi bila merasa ada permasalahan dalam rongga mulut.
“Saran saya jangan coba-coba untuk kesehatan kita. Jangan memilih treatment yang tidak baik untuk diri kita. Baiknya memang kalau misalnya ada masalah dalam rongga mulut datanglah ke yang pihak profesionalnya yaitu dokter gigi,” tutur Sakila.
“Dan yang udah telanjur pakai, segeralah diambil. Karena mungkin sekarang belum ada rasa sakit, belum ada efek samping yang kamu rasakan, cuma suatu hari nanti kita enggak tahu itu kapan, barangkali memang kita lagi tidak beruntung hari itu, akan terjadi bengkak dan sakit yang tidak kita inginkan, bahkan terjadi hal-hal yang lebih berat yang sangat tidak kita inginkan,” pungkasnya.
