Pasukan Israel Serbu Tepi Barat, Lempar Gas Air Mata saat Warga Salat Jumat

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jemaah salat Jumat terkena gas air mata saat Pasukan Israel menyerbu Desa Deir Abu Mash'al di Tepi Barat. Foto: Dok. Viory
zoom-in-whitePerbesar
Jemaah salat Jumat terkena gas air mata saat Pasukan Israel menyerbu Desa Deir Abu Mash'al di Tepi Barat. Foto: Dok. Viory

Pasukan Israel menyerbu Desa Deir Abu Mash'al di Tepi Barat yang diduduki pada Jumat (13/6). Saat itu, ratusan warga berkumpul untuk melaksanakan Salat Jumat dan bersiap menggelar aksi memprotes dugaan perampasan lahan oleh pemukim Israel.

Rekaman dari lokasi yang dipublikasikan Viory menunjukkan puluhan tentara Israel dikerahkan di sekitar masjid desa yang terletak di barat laut Ramallah.

Saat jemaah berkumpul, pasukan Israel terlihat menembakkan gas air mata ke area sekitar masjid sehingga warga berlarian meninggalkan lokasi.

Jemaah salat Jumat terkena gas air mata saat Pasukan Israel menyerbu Desa Deir Abu Mash'al di Tepi Barat. Foto: Dok. Viory

Petugas medis setempat, Raed Al-Khatib, mengatakan pasukan Israel berulang kali menembakkan gas air mata dan granat kejut ketika jemaah masih berada di dalam masjid.

"Hari ini secara khusus, tabung gas air mata ditembakkan berulang kali ke arah jemaah saat mereka berada di dalam masjid. Kami menangani banyak kasus sesak napas," ujar Al-Khatib.

Tidak ada laporan korban jiwa atas kejadian tersebut.

Menurut warga setempat, para jemaah berencana mengikuti aksi menuju lahan yang mereka klaim telah dirampas oleh pemukim Israel.

Media Palestina melaporkan para pemukim baru-baru ini mendirikan tenda dan pos permukiman baru di lahan milik warga Deir Abu Mash'al serta desa-desa tetangganya.

Hingga kini, militer Israel belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait operasi tersebut.

Jemaah salat Jumat terkena gas air mata saat Pasukan Israel menyerbu Desa Deir Abu Mash'al di Tepi Barat. Foto: Dok. Viory

Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya kekerasan pemukim Israel di Tepi Barat. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan lebih dari 1.000 serangan pemukim terhadap warga Palestina telah tercatat sepanjang 2026.

Sementara itu, Komite Palestina untuk Perlawanan terhadap Tembok dan Permukiman menyebut otoritas Israel telah mengeluarkan perintah penyitaan sekitar 516 dunam lahan di Tepi Barat sejak awal tahun ini.

Aktivitas permukiman Israel di Tepi Barat terus menjadi salah satu sumber ketegangan utama dalam konflik Israel-Palestina. Palestina dan banyak negara menilai ekspansi permukiman tersebut menjadi hambatan bagi terwujudnya negara Palestina yang merdeka.