PBSI FBS UNJ Gelar Workshop Menulis Populer

Dosen Unindra - Ketua Dewas DPLK Sinarmas AM - Humas ADPI - Asesor LSP Dana Pensiun - Konsultan - Dr. Manajemen Pendidikan - Pendiri TBM Lentera Pustaka - Penulis 54 buku
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Syarif Yunus tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Bertajuk "Tulis dengan Mudah, Sampaikan dengan Menarik”, Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) FBS Universitas Negeri Jakarta menggelar Workshop Keterampilan Menulis Populer di Kampus UNJ Rawamangun (10/6/2026). Kegiatan untuk meningkatkan kemampuan menulis mahasiswa ini dibuka oleh Dr. Edi Puryanto, M.Pd. (Koord. Prodi PBSI UNJ) didampingi Dr. Nurita Bayu K (Ketua Tim Kemahiran) yang diikuti 150 mahasiswa PBSI angkatan 2025 dengan Narasumber Dr. Syarifudin Yunus, M.Pd. (Dosen PBSI Unindra, Penulis 58 Buku dan Alumni Angkatan 1989 PBSI UNJ).
"Workshop menulis populer ini penting untuk meningkatkan aspek praktis menulis bagi mahasiswa. Berbahasa yang baik harus ditandai dengan kemampuan menulis yang baik. Selain untuk memperkuat budaya literasi, menulis populer bisa jadi keterampilan yang berlaku di dunia kerja, apalagi mahasiswa yang mau menjadi guru” ujar Dr. Edi Puryanto, M.Pd. (Koord. Prodi PBSI UNJ)
Syarifudin Yunus dalam pemaparannya menegaskan menulis populer saat ini lagi tren, utamanya di media sosial. Sebuah kemampuan menulis dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami, menarik, relevan, dan komunikatif tanpa mengurangi akurasi isi. Tujuannya bukan sekadar menyampaikan informasi, tetapi juga membuat pembaca memahami, tertarik, dan terdorong untuk berpikir atau bertindak. Menulis popular seperti artikel yang terbit di media massa, opini koran, blog, newsletter, dan konten edukasi digital seperti threads, IG atau FB.
Karena itu, menulis populer bukan "menyederhanakan tulisan". Tapi “mengubah informasi menjadi sesuatu yang bermakna bagi pembaca”. Di era digital begini, penulis yang berhasil bukan yang paling pintar atau paling banyak datanya, melainkan yang mampu menjawab pertanyaan pembaca: "Mengapa informasi ini penting bagi saya?" Jadi, menulis populer adalah kemampuan mengemas ide dan informasi menjadi tulisan yang mudah dipahami, menarik dibaca tapi tetap bermakna.
“Menulis popular bukan menulis ilmiah. Sebab menekankan pada 1) keterbacaan, 2) kedekatan dengan pembaca, dan 3) kekuatan bercerita. Menulis dengan asyik seperti sedang ngobrol dengan pembaca. Tentu topik yang ditulis harus spesifik dan dikuasai, bisa atas dasar pengalaman, pengetahuan, atau perasaan” kata Dr. Syarifudin Yunus, M.Pd. di sela acara.
Secara substansi, menulis popular bertumpu pada tulisan yang penting bagi pembaca, bukan yang penting menurut penulis. Karena tulisan populer yang baik bukan menunjukkan seberapa banyak penulis tahu, melainkan membuat pembaca merasa tertarik dan ada manfaatnya. Karena itu, kejelasan pesan dan aspek persuasif dalam tulisan popular sangat penting. Penulisannya pun bersifat ringan dan mengalir.
Workshop selama 2 jam ini juga memberikan tips praktis mengembangkan tulisan populer berdasarkan teknik “lead” dengan kata-kata yang mudah dipahami. Mahasiswa PBSI UNG sangat antusiasi mengikutinya sambil mencatat bagina-bagian penting dalam menulis populer. Di sesi akhir, kegiatan dilanjuta dengan tanya jawab dan foto bersama.
Apakah menulis populer bisa jadi profesi? Tentu saja, menulis populer bisa menghasilkan uang. Sebab menulis populer sama seperti podcast atau youtube. Hanya saja formatnya berbeda. Tapi yang paling penting, menulis populer bukan hanya hoonoor tulisan tapi dapat membangun ekosistem profesi di sekitar tulisan yang dipublikasikan.
Patut disadari dalam menulis populer. Menulis tidak haru dibayar. Tapi yag sering terjadi, karena menulis jadi dikenal dan dipercaya sehingga bisa mendapat peluang untuk punya relasi dan profesi di masa depan. Karena itu, nilai ekonomi terbesar dari menulis populer bukan pada honor artikelnya, melainkan pada reputasi yang dibangun oleh tulisan.
Mulailah untuk menulis populer. Sebab menulis populer adalah perbuatan bukan Pelajaran. Menulis itu praktik bukan teori bila mau terampil. Scripta manent verba volant, apa yang tertulis akan abadi dan yang terucap akan hilang. #PBSIUNJ #WorkshopMenulisPopuler
