PDIP Dorong Pembahasan RUU Pemilu Dipercepat

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ganjar Pranowo saat ditemui usai Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni oleh DPP PDIP, Jakarta, Senin (1/6/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ganjar Pranowo saat ditemui usai Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni oleh DPP PDIP, Jakarta, Senin (1/6/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan

Ketua DPP PDIP Ganjar Pranowo menyebut PDIP mendorong percepatan pembahasan Revisi Undang-Undang (RUU) Pemilu agar tidak menimbulkan persoalan baru menjelang tahapan pemilu berikutnya.

Hal itu disampaikan Ganjar di tengah RUU Pemilu yang hingga kini masih belum dibahas di DPR.

Ganjar mengatakan PDIP telah menyiapkan tim, sistem, hingga pemetaan sejumlah isu penting dalam paket Undang-Undang Pemilu. Menurut dia, partainya juga telah berdiskusi dengan kelompok masyarakat sipil terkait pembahasan tersebut.

“Dari PDI Perjuangan sudah menyiapkan tim, sudah menyiapkan sistem, sudah mengidentifikasi beberapa isu penting yang ada di Undang-Undang Pemilu, dan kita sudah berdiskusi dengan masyarakat sipil juga. Sehingga, insyaallah kita sudah siap,” kata Ganjar usai Upacara Hari Lahir Pancasila yang digelar DPP PDI Perjuangan di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (1/6).

Namun demikian, Ganjar menilai hal paling mendesak saat ini ialah mempercepat pembahasan paket UU Pemilu. Ia mengingatkan keterlambatan pembahasan bisa memunculkan persoalan yang lebih rumit di kemudian hari.

“Tapi yang kita butuhkan sebenarnya hari ini adalah kita harus mempercepat pemrosesan atau pembahasan Undang-Undang paket Pemilu ini agar kita tidak terlambat,” ujarnya.

Ganjar mengatakan terdapat banyak hal yang perlu disesuaikan dalam revisi UU Pemilu, terutama setelah adanya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dan dinamika politik antarpartai di parlemen.

“Kita mengidentifikasi dari constraint waktu bahwa kalau kita terlambat, nanti problem-nya akan cukup rumit di belakang. Karena terlalu banyak yang harus disesuaikan di tengah adanya putusan MK, dan kemudian political interplay antarpartai-partai, dan kita butuh lobi segera,” katanya.

Ia menyebut PDIP juga telah menyiapkan posisi resmi partai terkait revisi UU Pemilu. Menurut Ganjar, partainya kini membaca sikap politik masing-masing partai di DPR sebelum pembahasan dimulai.

“Kalau lobi ini bisa dilakukan lebih cepat, maka insyaallah tidak akan ada persoalan di belakang. Tapi kalau ini dibahas berlarut-larut atau bahkan belum ada agenda apa pun, ini akan berbahaya untuk penyiapan RUU berikutnya,” ujar dia.

“Kita tidak tergesa-gesa, tapi kita harus membahas jauh lebih cepat. Justru karena waktunya semakin mepet, itu akan makin tergesa-gesa. Bahas sekarang,” lanjutnya.