PDIP Tak Lagi Pikirkan Jokowi: Yang Kartunya Mati Jangan Dihidupkan Lagi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Jokowi sambutan di Rakernas PDIP di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (21/6/2022). Foto: PDIP
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Jokowi sambutan di Rakernas PDIP di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (21/6/2022). Foto: PDIP

Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Said Abdullah menegaskan partainya tak lagi memikirkan Presiden ke-7 RI sekaligus mantan kadernya Joko Widodo (Jokowi), khususnya di dalam arah politik partai. Hal ini disampaikan Said saat ditanya soal peluang pertemuan Ketua Umum PDIP Megawati Sukarnoputri dengan Jokowi.

Said mengatakan PDIP dan Jokowi kini telah berbeda jalan secara politik. Ia menegaskan PDIP akan fokus menjalankan agenda partai ke depan sesuai arahan Megawati.

“Kita sudah bersimpang jalan secara politik, berbeda sudah. PDIP tetap teguh pada pendiriannya,” kata Said di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (14/9).

Said bahkan menegaskan PDIP tidak lagi memikirkan Jokowi maupun pihak-pihak lain di luar fokus partai. Menurut dia, PDIP kini hanya akan berkonsentrasi mengawal partai sesuai perintah Megawati.

“Kita tidak pernah lagi berpikir Pak Jokowi, kita tidak pernah lagi berpikir tentang siapa pun,” ujar Said.

“Bagaimana kita mengawal partai ini ke depan, itu perintah Ibu Ketua Umum. Yang kartunya mati jangan dihidupkan lagi,” sambungnya.

Ketua Banggar DPR sekaligus Ketua DPP PDIP Said Abdullah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (14/9/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Sebelumnya, wacana pertemuan Jokowi dan Megawati tersebut berkaitan dengan pengakuan kader PDIP asal Surabaya, Achmad Hidayat, yang mengungkap isi pertemuannya dengan Jokowi. Achmad sebelumnya menyebut, Jokowi mengaku tidak memiliki masalah dengan Megawati dan masih terbuka dengan kemungkinan bertemu Ketua Umum PDIP tersebut.

Saat ditanya mengenai pengakuan Achmad itu, Said langsung membantahnya.

“Disampaikan Achmad Hidayat? Nah, itu hoaks,” kata Said.

Presiden Jokowi dan Ketum PDIP Megawati di Rakernas I PDIP, JIExpo Kemayoran, Jumat (10/1/2020). Foto: Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat Presiden

Adapun PDIP juga telah memecat Achmad. Pemecatan itu tertuang dalam Surat Keputusan (SK) DPP PDIP Nomor 105/KPTS/DPP/IX/2026 yang ditandatangani Ketua Umum PDIP Megawati Sukarnoputri dan Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto pada 4 September 2026.

Pemecatan Achmad dari PDIP awalnya disebut karena sowan ke kediaman Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi). Ia juga disebut mengusulkan rehabilitasi keanggotaan Jokowi di PDIP.

Ketua DPP PDIP Said Abdullah membantah pemecatan Achmad Hidayat berkaitan dengan kunjungannya ke Jokowi. Menurut Said, ada sejumlah pelanggaran lain yang dilakukan Achmad.

“Oh, ada anggota dari PDI Perjuangan namanya Achmad Hidayat. Dia menyatakan bahwa menurut dia, dia dipecat karena sowan ke Pak Jokowi,” kata Said di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (14/9).

“Yang terjadi sesungguhnya, terlalu banyak pelanggaran yang dilakukan oleh Achmad Hidayat yang tidak kami sampaikan ke publik,” lanjutnya.