PDIP Tak Masalah Jokowi Safari Politik, tapi Minta Tunjukkan Ijazah Tanpa Drama
·waktu baca 3 menit

Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat mempersilakan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang juga eks kader PDIP melakukan safari politik ke berbagai daerah sesuai rencana yang telah disampaikan.
Namun, Djarot meminta Jokowi sekaligus menunjukkan ijazah aslinya untuk mengakhiri polemik yang selama ini menjadi perbincangan publik.
Menurut Djarot, kunjungan Jokowi ke berbagai daerah tidak akan melemahkan PDIP. Sebaliknya, hal tersebut justru dinilai dapat semakin memperkuat soliditas kader partai.
“Justru dengan beliau turun ke beberapa wilayah itu, partai kita semakin solid. Partai kita akan semakin solid untuk membangun internal partai maupun lebih solid untuk turun ke bawah,” kata Djarot di kawasan Mangga Dua, Jakarta Utara, Sabtu (30/5).
“Jadi silakan saja beliau keliling ke mana pun, bebas,” ujarnya.
Meski demikian, Djarot menilai Jokowi perlu memberikan penjelasan yang dapat meyakinkan masyarakat terkait polemik ijazah yang masih menjadi perbincangan.
Menurutnya, cara paling sederhana untuk mengakhiri polemik tersebut adalah dengan menunjukkan langsung ijazah asli kepada publik.
“Tapi ya beliau juga harus bisa menjelaskan, menunjukkan supaya masyarakat betul-betul yakin bahwa ijazahnya itu asli. Tunjukkan saja ijazahnya,” kata Djarot.
Djarot juga menilai penyelesaian polemik tersebut tidak perlu dilakukan melalui proses yang berlarut-larut. Ia menyarankan agar persoalan itu diselesaikan secara terbuka sehingga tidak terus menjadi bahan perdebatan di tengah masyarakat.
“Paling enak itu tidak usah pakai drama-drama. Tidak usah pakai drama-drama di pengadilan. Kalau Anda tanya ijazah saya, saya tunjukkan pada Anda. Jadi itu saja,” ungkapnya.
“Barangkali untuk menetralisir itu, beliau bisa menunjukkan ijazah aslinya untuk mengakhiri polemik yang terjadi. Jadi monggo,” sambung Djarot.
Respons Jokowi Masuk PSI
Djarot juga menanggapi kabar bahwa Jokowi akan diumumkan sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Menurut dia, kabar tersebut bukanlah hal baru dan sudah lama diketahui publik.
“Kan sudah tahulah kita dari dulu. Waktu daftar ke Kemenkumham kan jelas itu, dewan pembinanya inisialnya apa, J? Ya sudahlah, itu drama-drama. Sudah jelas,” kata Djarot.
Ia menilai masyarakat saat ini sudah cukup cerdas untuk menilai dinamika politik yang terjadi.
“Rakyat ini sudah pandai, sudah cerdas untuk bisa melihat. Sudah tahulah drama-drama seperti itu,” pungkasnya.
Sebelumnya, Jokowi berencana melakukan kunjungan ke sejumlah daerah di Indonesia pada Juni mendatang. Dalam rangkaian agenda tersebut, ia juga dijadwalkan mengunjungi Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PSI di beberapa wilayah.
Ketua DPP PSI Bidang Politik, Bestari Barus, mengatakan kunjungan tersebut akan diawali dari tiga provinsi, yakni Lampung, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Jawa Barat.
Menurut Bestari, Jokowi akan memenuhi berbagai undangan dari masyarakat dan tokoh daerah dalam kunjungan tersebut.
“Pak Jokowi sudah menyatakan beliau sehat dan akan memenuhi undangan-undangan dari masyarakat maupun tokoh-tokoh di daerah,” kata Bestari, Kamis (28/5).
Selain itu, Jokowi juga akan menyempatkan diri mengunjungi struktur PSI di daerah.
“Dan tentu juga akan menyempatkan berkunjung ke DPD-DPD PSI. Akan dimulai dari tiga provinsi pertama yaitu Lampung, NTT, dan Jawa Barat,” ujarnya.
