Pejalan Kaki di Bandung Tewas Ditabrak Pemobil, Diduga Kurang Konsentrasi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Polisi saat mendatangi TKP kecelakaan yang menewaskan pejalan kaki di Jalan Lodaya, Kelurahan Turangga, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung. Foto: Dok. Satlantas Polrestabes Bandung
zoom-in-whitePerbesar
Polisi saat mendatangi TKP kecelakaan yang menewaskan pejalan kaki di Jalan Lodaya, Kelurahan Turangga, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung. Foto: Dok. Satlantas Polrestabes Bandung

Seorang pejalan kaki tewas setelah tertabrak mobil Mitsubishi di Jalan Lodaya, tepatnya di depan Gang Jalan Taman Siswa, Kelurahan Turangga, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, Selasa (18/8/2026) malam.

Kecelakaan lalu lintas tersebut terjadi sekitar pukul 20.40 WIB. Kendaraan yang terlibat yakni mobil Mitsubishi D-1965-CH yang dikemudikan I (58) dan seorang pejalan kaki yang menjadi korban berinisial A (55).

Kasatlantas Polrestabes Bandung, AKBP AH Hudi Arif mengatakan, kecelakaan bermula saat mobil yang dikemudikan I melaju dari arah barat menuju timur di Jalan Lodaya.

"Setibanya di TKP, tepatnya di depan Gang Jalan Taman Siswa, kendaraan tersebut menabrak pejalan kaki yang sedang menyeberang jalan," kata Hudi dalam keterangannya, Rabu (19/8).

Hudi menjelaskan, saat kejadian korban tengah menyeberang dari arah utara menuju selatan di Jalan Pungkur. Korban meninggal di lokasi kejadian.

"Akibat kecelakaan tersebut, pejalan kaki meninggal dunia dan kemudian dibawa ke Forensik RS Sartika Asih Bandung," ujarnya.

Korban diketahui merupakan warga Kabupaten Bandung Barat. Sementara pengemudi mobil tidak mengalami luka dalam kecelakaan tersebut.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, polisi menduga pengemudi kurang berkonsentrasi.

"Hasil penyelidikan sementara, diduga pengendara ketika berkendara kurang berkonsentrasi," kata Hudi.

Hudi menambahkan, kondisi Jalan Lodaya saat kejadian memiliki lebar sekitar 10 meter dengan permukaan aspal yang baik. Jalan tersebut merupakan jalan arteri dua arah dan dilengkapi marka jalan.

"Untuk faktor kendaraan masih dalam proses penyelidikan Unit Gakkum. Kondisi jalan saat kejadian aspalnya baik dan arus lalu lintas dilaporkan lancar," ujarnya.

Petugas Satlantas Polrestabes Bandung telah melakukan olah TKP, mendata identitas pengemudi, korban dan saksi, serta mengamankan kendaraan yang terlibat kecelakaan sebagai barang bukti.

"Selanjutnya kami melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan gelar perkara awal untuk mengetahui secara lebih lanjut penyebab kecelakaan," tutur Hudi.