Pelajar di Semarang Dibacok saat Naik Motor, Polisi Buru Pelaku

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pembacokan. Foto: Dicky Adam Sidiq/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pembacokan. Foto: Dicky Adam Sidiq/kumparan

Seorang pelajar di Kota Semarang, Jawa Tengah, berinisial ATK (16) dibacok orang tidak dikenal (OTK). Polisi kini sedang memburu pelaku.

Peristiwa ini terjadi di Jalan Sompok Baru Raya, Kelurahan Lamper Lor, Kecamatan Semarang Selatan, pada Minggu, 7 Juni 2026 sekitar pukul 23.00 WIB.

Kasi Humas Polrestabes Semarang Kompol Riki Fahmi Maulana membenarkan adanya peristiwa ini. Kasus ini juga sudah dilaporkan ke Polrestabes Semarang pada Senin (8/6) kemarin.

"Polrestabes Semarang telah menerima laporan polisi terkait dugaan peristiwa pembacokan terhadap seorang remaja di wilayah Kecamatan Semarang Selatan," ujar Riki kepada wartawan, Rabu (10/6).

Ia menjelaskan, kasus ini terjadi saat korban hendak pulang ke rumah berboncengan dengan salah satu temannya. Namun, tiba-tiba motornya dihentikan oleh dua orang pelaku.

"Ketika melintas di lokasi kejadian, keduanya diduga dipepet oleh beberapa orang yang tidak dikenal dan diminta berhenti. Namun karena tidak mengindahkan permintaan tersebut, salah satu pelaku diduga langsung melakukan pembacokan terhadap korban," jelas Riki.

RSUP Dr. Kariadi Semarang. Foto: Muthia Firdaus/kumparan

Korban pun mengalami luka bacok pada bagian bahu kanan dan langsung dilarikan di RSUP Dr Kariadi. Sementara kedua pelaku langsung melarikan diri.

"Petugas telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, mengumpulkan alat bukti, serta menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian untuk mendukung proses penyidikan," kata Riki.

Polisi juga mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait kejadian tersebut agar segera melapor kepada pihak kepolisian.

"Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya sehingga tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat," kata Riki.