Pelatih Sepatu Roda di Tangsel Diduga Cabuli Muridnya, Polisi Selidiki

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pelecehan seksual. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pelecehan seksual. Foto: Shutter Stock

Pelatih inline skate atau sepatu roda di Tangerang Selatan, Banten, diduga mencabuli muridnya yang berusia 16 tahun.

Dirres PPA dan PPO Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rita Wulandari, mengungkapkan bahwa pelaku memanfaatkan posisinya sebagai pelatih demi bisa mendekati korban dan mendapatkan kepercayaannya.

“Dari hasil penyidikan sementara, tersangka diduga memanfaatkan relasi kepercayaan sebagai pelatih terhadap korban,” kata Rita dalam keterangannya, Kamis (21/5).

Aksi tak terpuji ini akhirnya terbongkar setelah pihak keluarga korban menaruh curiga. Keluarga tak sengaja menemukan bukti komunikasi antara korban dengan sang pelatih.

Sebelum dimintai keterangan oleh pihak kepolisian, korban terlebih dahulu diberikan pendampingan khusus agar merasa aman dan siap untuk buka suara.

Berdasarkan pemeriksaan awal, tindakan kekerasan seksual ini ternyata tidak hanya terjadi sekali, melainkan dalam rentang waktu tertentu di dua wilayah berbeda, yakni Tangerang Selatan dan Jakarta Selatan.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus bergerak cepat untuk menguatkan alat bukti demi menjerat pelaku. Sejumlah saksi dan ahli pun telah dimintai keterangan.

“Penyidik telah memeriksa korban, keluarga, saksi terkait, ahli psikologi, ahli digital forensik, serta tenaga medis untuk memperkuat pembuktian perkara,” ujar Rita.

Sementara itu, Kasubdit 3 Ditres PPA dan PPO Polda Metro Jaya, Kompol Donny Kristian Baralangi, menegaskan bahwa pihaknya bergerak simultan. Selain mengamankan barang bukti fisik dan elektronik, pemulihan psikologis korban juga menjadi prioritas utama.

“Kami ingin memastikan korban mendapatkan ruang aman selama proses hukum berjalan,” tandas Donny.