Pemprov DKI Gandeng Danantara Bangun 2 PLTSa di Bantar Gebang dan Kamal Muara
·waktu baca 2 menit

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menandatangani kerja sama dengan Danantara untuk pembangunan dua fasilitas pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) pada Senin (4/5).
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan PLTSa tersebut akan dibangun di wilayah Bantar Gebang, Bekasi, dan Tunjungan di kawasan Kamal Muara, Jakarta Utara.
“Hari ini pemerintah DKI Jakarta akan melakukan penandatanganan kerja sama dengan Danantara untuk dua lokasi pembangkit listrik tenaga sampah. Satu di Bantar Gebang dan satunya di Tunjungan, di Kamal Muara,” ujar Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (4/5).
Ia menjelaskan, pembangunan dua PLTSa ini merupakan bagian dari komitmen Pemprov DKI dalam mengembangkan sistem pengelolaan sampah berbasis energi.
“Sebagai komitmen Pemerintah DKI Jakarta untuk membangun PLTSa, Pusat Pembangkit Listrik Tenaga Sampah, termasuk yang ada di Sunter,” ucapnya.
Dengan tambahan dua fasilitas tersebut, Jakarta ditargetkan akan memiliki tiga PLTSa yang beroperasi, ditambah fasilitas pengolahan sampah berbasis Refuse Derived Fuel (RDF) Rorotan.
“Sehingga dengan demikian DKI Jakarta akan ada tiga pembangkit listrik tenaga sampah, ditambah dengan RDF Rorotan yang sekarang ini sebenarnya sudah beroperasi. Mudah-mudahan persoalan sampah di Jakarta akan tertangani dengan baik,” kata Pramono.
Selain pembangunan infrastruktur, Pemprov DKI juga mendorong perubahan perilaku masyarakat melalui kebijakan pemilahan sampah dari sumbernya.
Pramono menyebut pihaknya telah menandatangani instruksi gubernur terkait hal tersebut. Pemprov DKI pun akan bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup untuk deklarasi pemilahan sampah.
“Saya sudah menandatangani Instruksi Gubernur untuk proses pemilahan, dan dalam waktu dekat kami akan bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup untuk deklarasi pemilahan sampah yang ada di Jakarta. Karena Ingub-nya sudah saya tanda tangani,” ujarnya.
Ia menambahkan, gerakan pemilahan sampah ini akan diperluas ke seluruh wilayah administratif di Jakarta setelah sebelumnya diuji coba di beberapa lokasi.
“Itu merupakan gerakan bersama dan sebagai percontohan sebenarnya sudah dimulai di Rorotan, di Cilincing dan sebagainya. Tetapi nanti mudah-mudahan minggu depan gerakan ini menjadi gerakan yang masif dilakukan oleh semua kota administrasi yang ada di Jakarta,” pungkasnya.
