Pemprov DKI: Jaringan Utilitas di Jakarta Kompleks, Tak Bisa Ditata Serentak

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemandangan kabel utilitas yang semrawut masih terlihat di sejumlah ruas jalan di Jakarta, Kamis (3/9/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pemandangan kabel utilitas yang semrawut masih terlihat di sejumlah ruas jalan di Jakarta, Kamis (3/9/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Pemprov DKI Jakarta secara bertahap telah memindahkan kabel udara milik sejumlah operator ke saluran bawah tanah. Namun, proses penataan disebut tidak dapat dilakukan secara serentak karena jaringan utilitas di Jakarta sangat kompleks.

“Belum bisa disebutkan ‘sudah selesai di X titik’ secara kota, karena jaringan utilitas Jakarta sangat kompleks (dengan) puluhan operator, banyak kabel lama yang pemiliknya tidak jelas, dan tidak boleh dipotong sembarangan karena masih dipakai warga,” kata Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Chico Hakim saat dihubungi kumparan, Kamis (3/9).

Kondisi tersebut membuat penataan kabel tidak bisa dilakukan sekaligus di seluruh wilayah Jakarta. Pemprov DKI harus mengidentifikasi kabel yang masih aktif, berkoordinasi dengan operator, serta menata jaringan secara bertahap.

Pemandangan kabel utilitas yang semrawut masih terlihat di sejumlah ruas jalan di Jakarta, Kamis (3/9/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Chico menegaskan meski penataan sudah dimulai, tetapi progresnya tidak dapat dilakukan secara serentak.

“Pak Gubernur sendiri menekankan bahwa beberapa sudah dimulai (penataan kabel), tapi tidak bisa dikerjakan serentak,” ujarnya.

Ke depan, kata Chico, Pemprov DKI akan memprioritaskan penataan kabel di jalan protokol, kawasan Transit Oriented Development (TOD), serta titik-titik yang dinilai rawan terhadap keselamatan masyarakat.

Chico juga meminta masyarakat ikut melaporkan apabila menemukan kabel yang menjuntai dan membahayakan pengguna jalan.

“Warga yang melihat kabel menjuntai berbahaya bisa laporkan ke Bina Marga atau lewat kanal aduan Pemprov,” tutupnya.

Kabel Semrawut di 3 Ruas Jalan Jakarta Dipindah ke Bawah Tanah

Pemandangan kabel utilitas yang semrawut masih terlihat di sejumlah ruas jalan di Jakarta, Kamis (3/9/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Pemprov DKI sendiri telah melakukan penataan SJUT ke bawah tanah di sejumlah wilayah di Jakarta. Beberapa lokasi antara lain di kawasan Tebet dan Kuningan, Jakarta Selatan.

“Yang sudah berjalan, antara lain di koridor Jalan Dr. Soepomo (Tebet), Jalan M.T. Haryono, dan Jalan Rasuna Said,” kata Chico.

“Di Jalan Tebet Raya juga sudah ada pekerjaan penempatan kabel listrik bawah tanah (SKTM) bersama PLN,” sambungnya.

Chico menyebut penataan dilakukan untuk kabel yang masih digunakan.

“Kabel yang sudah tidak aktif ditertibkan, yang masih dipakai dipindah bertahap ke saluran bawah tanah,” ujarnya.

Sementara, lanjut Chico, kabel yang semrawut akan dirapikan.

“Kalau belum bisa langsung ditanam, (kabel) dirapikan dulu supaya tidak menjuntai,” pungkasnya.