Pemprov DKI Permudah Relokasi Warga TPU, Bisa Langsung Masuk Rusun
·waktu baca 2 menit

Pemprov DKI Jakarta memastikan warga yang terdampak relokasi di kawasan Tempat Pemakaman Umum (TPU) tidak perlu melalui prosedur pendaftaran reguler di aplikasi Sistem Informasi Perumahan Permukiman (Sirukim) untuk menempati Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa).
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) DKI Jakarta, Kelik Indriyanto, mengatakan warga terdampak relokasi akan langsung diproses melalui skema khusus begitu Surat Keputusan (SK) Wali Kota diterbitkan.
“Kalau untuk program pemerintah, itu namanya program aktor program. Begitu ada SK Wali Kota, nanti tidak lewat Sirukim,” ujar Kelik di kompleks DPRKP Jakarta, Jumat (22/5).
Kelik menjelaskan, kebijakan ini diambil untuk mempercepat proses pemindahan warga. Jika harus melalui Sirukim, proses pengajuan dinilai memakan waktu lama dan menyulitkan warga yang harus segera pindah.
“Kasihan nanti mereka harus pindah, proses itu kan perlu pengajuan berapa surat segala macam ya. Itu bisa dilengkapi nanti setelah mereka masuk,” jelasnya.
Program relokasi yang tengah berjalan saat ini antara lain mencakup warga dari kawasan Muara Angke, Pulo Gebang, Semanan, serta wilayah Jakarta Timur.
“Secara prinsip kalau dari rusun kami siapkan. Nah itu tergantung dari asalnya. Kalau dari kemarin kan sudah ada yang mulai Muara Angke, Pulo Gebang, kemudian yang di Semanan, dan juga di Timur juga ada juga. Kami rusun siap intinya,” ujarnya.
Meski demikian, Kelik menegaskan fasilitas rusun hanya diperuntukkan bagi warga ber-KTP DKI Jakarta dan tidak berlaku bagi pendatang dari luar ibu kota
“Tapi khusus warga DKI ya. Tidak boleh warga luar,” kata Kelik.
Terkait ketersediaan unit, Kelik mengungkapkan Pemprov DKI masih memiliki sekitar 1.000 unit rusun yang layak huni, dengan sebagian besar berlokasi di wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Utara.
“Masih ada sekitar seribu sekian untuk MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah). Masih kebanyakan di Timur sama Utara,” katanya.
Ia menambahkan, bagi warga yang berasal dari wilayah Jakarta Barat, kemungkinan akan diarahkan ke rusun di Jakarta Timur mengingat ketersediaan unit di wilayah Barat sudah penuh.
“Memang kadang-kadang ada yang dari Barat pindah ke Timur karena memang ketersediaan rusunnya seperti itu. Di Barat sendiri sudah penuh, dari Barat ya mau tidak mau rusun Timur ada, kita arahkan ke Timur,” pungkasnya.
