Penembak Pelajar SMA di Garut Ditangkap, Motifnya Sakit Hati Dicuekin

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pelajar SMA di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Pazwa Pahaludin (15), menderita luka tembak di bagian mata. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Pelajar SMA di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Pazwa Pahaludin (15), menderita luka tembak di bagian mata. Foto: Dok. Istimewa

Polisi menangkap MH (19), terduga pelaku penembakan menggunakan airgun yang menyebabkan seorang pelajar SMA di Kabupaten Garut mengalami luka serius pada mata kirinya. MH ditangkap di rumah saudaranya di wilayah Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut.

Penangkapan tersebut dikonfirmasi Kapolres Garut AKBP Niko N. Adi Putra pada Sabtu (10/10) malam.

“Sudah ditangkap di rumah saudaranya di Kecamatan Cilawu, Garut,” ujar Niko.

Setelah diamankan, MH langsung dibawa ke Polres Garut untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi memperoleh keterangan penembakan diduga dipicu rasa sakit hati pelaku setelah merasa tidak dianggap saat bergabung dengan korban dan teman-temannya.

Adapun peristiwa penembakan terjadi di sebuah vila di Kecamatan Sukawening pada Sabtu (26/9) malam.

Saat itu, korban bersama sejumlah temannya tengah berkumpul dan menginap di lokasi tersebut. MH kemudian datang dan ikut bergabung dalam tongkrongan.

Namun, pelaku disebut merasa dicueki oleh kelompok tersebut. Tidak lama kemudian, MH mengeluarkan airgun yang dibawanya.

“Awalnya pelaku menembak-nembak ke sembarang tempat. Akhirnya mengenai kelopak mata sebelah kiri korban,” ungkap Niko.

Pelajar SMA di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Pazwa Pahaludin (15), menderita luka tembak di bagian mata. Foto: Dok. Istimewa

Tembakan itu menyebabkan bagian mata kiri korban terluka. Proyektil dari airgun kemudian diketahui bersarang di bagian mata korban setelah dilakukan pemeriksaan medis.

Pada awalnya, korban tidak langsung menceritakan kejadian sebenarnya kepada keluarga.

Korban sempat mengaku matanya sakit akibat terkena bola. Namun setelah diperiksa dokter dan ditemukan benda asing berbentuk logam pada bagian mata, korban akhirnya menceritakan bahwa dirinya terkena tembakan airgun.

Polisi saat ini masih mendalami sejumlah hal dalam perkara tersebut, termasuk asal-usul senjata yang digunakan.

Menurut pengakuan awal MH, airgun tersebut merupakan barang gadaian.

“Pengakuannya memang pistol ini adalah gadaian. Tapi hingga saat ini masih kami lakukan pendalaman untuk mengetahui yang sebenarnya,” kata Niko.

Penangkapan MH disambut lega oleh keluarga korban. Fitri Setiawati, ibu dari Pazwa Pahaludin (15) yang menjadi korban, mengatakan penangkapan terduga pelaku menjadi awal harapan keluarga agar proses hukum terhadap kasus yang menimpa anaknya dapat berjalan hingga tuntas.

“Ya, alhamdulillah sudah ditangkap. Saya sangat senang sekali karena keadilan sudah mulai ditegakkan untuk anak saya,” ujar Fitri.

Pelajar SMA di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Pazwa Pahaludin (15), menderita luka tembak di bagian mata. Foto: Dok. Istimewa

Ia menyampaikan terima kasih kepada jajaran Polres Garut yang telah melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil menemukan terduga pelaku.

“Saya atas nama pribadi dan keluarga berterima kasih kepada Kapolres Garut AKBP Niko dan kepada Tim Sancang Satreskrim Polres Garut,” katanya.

Meski pelaku telah diamankan, kondisi Pazwa masih memerlukan perhatian medis. Fitri mengatakan anaknya terkadang masih merasakan sakit pada bagian dalam mata kiri.

Selain kondisi fisik, korban juga disebut masih mengalami trauma setelah peristiwa penembakan tersebut.

“Anak saya masih trauma, suka terbangun malam-malam katanya merasa mendengar suara ledakan,” ungkapnya.

Untuk membantu pemulihan psikologis korban, pendampingan telah dilakukan oleh tim psikolog anak dari Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kabupaten Garut.

Sementara terkait rencana tindakan medis lanjutan terhadap mata korban, keluarga masih menunggu hasil pemeriksaan berikutnya.

“Kalau untuk rencana operasi kami belum dapat info lagi, anak saya masih harus diperiksa lagi, mudah-mudahan segera,” ujar Fitri.

Keluarga berharap penyidikan dapat berjalan hingga tuntas dan pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai ketentuan hukum.

Sementara itu, polisi masih melakukan pendalaman terhadap keterangan MH, termasuk kepemilikan airgun serta rangkaian kejadian sebelum tembakan mengenai korban.