Pengakuan Pria Buang Kucing dari Jembatan di Semarang: Kesal Kucing BAB di Kasur

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pelaku pembuangan kucing bernama Wiji (40), warga Medoho, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang saat diamankan di Polsek Gayamsari.  Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Pelaku pembuangan kucing bernama Wiji (40), warga Medoho, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang saat diamankan di Polsek Gayamsari. Foto: Dok. Istimewa

Pria yang membuang kucing dari atas jembatan Kartini Semarang bernama Wiji (40) mengaku menyesali perbuatannya. Ia juga meminta maaf atas tindakannya itu.

"Saya menyesal, saya mohon maaf sekali sama pecinta hewan. Sebenarnya saya enggak ingin segitunya sama hewan kucing. Sekali lagi saya mohon maaf dari hati saya," ujar Wiji di Polsek Gayamsari Semarang, Rabu (24/6).

Wiji mengaku kesal karena kucing bewarna oranye itu buang air besar di kasurnya. Ia juga sudah bertanya di grup rukun tetangga (RT) untuk mencari tahu siapa pemilik kucing tersebut.

"Sebenarnya ya kesal dibilang kesal juga kesal karena berak di kasur juga. Sebelum membuang pun saya pribadi sudah nge-share di grup RT-an tapi enggak ada yang respons," jelas dia.

Ilustrasi kucing Siprus. Foto: muralird2008/Shutterstock

Ia juga mengeklaim tak punya niat membunuh binatang malang tersebut melainkan hanya membuangnya ke bawah jembatan.

"Niatnya hanya membuang bukan membunuh. Ya saya menyesal sekali, saya janji tidak akan mengulangi," ucap Wiji.

Sementara itu, Kapolsek Gayamsari Kompol Yuna Ahadiyah menyebut, kucing tersebut dibuang ke daratan yang ada di bawah jembatan.

"Bukan langsung ke air tapi itu masih daratan sekitar 2-3 meter," ungkap Yuni.

Saat ini pihaknya masih menyelidiki kasus ini. Saat ini Wiji masih berstatus sebagai saksi.

"Saat ini masih kami dalami, dan kami juga berkoordinasi dengan Polrestabes Semarang terkait langkah penanganan selanjutnya," kata Yuna.