Pengelola GBK Buka Suara usai Pria Ditemukan Tewas di Plaza Utara

Seorang pria ditemukan meninggal dunia di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, pada Minggu (6/9) dini hari.
Direktur Utama PPK GBK Hadi Sulistia membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia mengatakan korban ditemukan di sekitar pintu masuk Plaza Utara yang searah dengan Pintu 10.
“Benar, peristiwa tersebut terjadi pada Minggu dini hari di luar jam layanan operasional GBK di sekitar gate masuk Plaza Utara yang searah dengan Pintu 10,” kata Hadi saat dihubungi kumparan, Rabu (9/9).
Hadi menyampaikan duka cita kepada keluarga korban. Manajemen PPK GBK juga mengimbau masyarakat untuk saling peduli terhadap kondisi kesehatan mental orang-orang di sekitarnya.
“Pertama, kami atas nama manajemen PPKGBK menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga Tuhan YME menerima amal baik dan mengampuni dosa almarhum Fajar Sahrudin, serta memberikan ketabahan kepada keluarga yang ditinggalkan,” ujarnya.
“Manajemen GBK mendukung gaya hidup yang sehat dan positif. Oleh karena itu, kami mengimbau seluruh masyarakat untuk senantiasa saling peduli terhadap kondisi kesehatan mental kerabat dan lingkungan sekitar,” sambungnya.
Korban Diduga Punya Masalah Pribadi
Hadi mengatakan berdasarkan analisis sementara Polsek Tanah Abang, peristiwa tersebut diduga berkaitan dengan permasalahan pribadi korban dan tidak berhubungan dengan kegiatan olahraga di GBK.
“Berdasarkan analisis sementara dari Polsek Tanah Abang, korban kemungkinan melakukan tindakan tersebut didasari permasalahan pribadi, dan bukan dalam kaitan dengan kegiatan olahraga,” jelas Hadi.
Korban diketahui ditemukan setelah petugas keamanan GBK menerima laporan dari rekan korban. Laporan tersebut menyebut adanya indikasi korban berada di kawasan GBK berdasarkan posisi GPS terakhir.
“Pada sekitar pukul 00.15, petugas keamanan menerima laporan dari rekan korban yang menyampaikan bahwa ada indikasi korban berada di sekitar kawasan GBK berdasarkan posisi GPS terakhir,” kata Hadi.
Petugas keamanan kemudian melakukan penyisiran selama lebih dari satu jam.
“Kemudian menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia di bawah pepohonan samping Plaza Utara yang searah dengan Pintu 10,” tuturnya.
Area Dibuka Kembali
Hadi memastikan lokasi penemuan korban saat ini sudah kembali dibuka dan dapat digunakan seperti biasa.
Hal itu dilakukan setelah pihak kepolisian menyatakan tidak terdapat indikasi kekerasan maupun kejahatan dalam peristiwa tersebut.
“Setelah pihak kepolisian menyatakan tidak ada indikasi kekerasan dan atau kejahatan, tempat kejadian sudah dibuka seperti biasa,” ujarnya.
Hadi menambahkan, peristiwa tersebut merupakan kejadian pertama yang terjadi di kawasan GBK. Ia berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi.
“Ini baru pertama kali dan semoga menjadi yang terakhir. Kami selalu berharap GBK menjadi tempat bagi seluruh warga Jakarta dan sekitarnya untuk berkegiatan secara positif, dari olahraga, musik, kuliner hingga event kenegaraan,” pungkasnya.
Sebelumnya, seorang pria diduga bernama Fajar Sahrudin ditemukan meninggal dunia di kawasan GBK pada Minggu (6/9) dini hari. Sebelum ditemukan, Fajar sempat mengunggah pesan perpisahan melalui akun X miliknya.
Dalam unggahannya, Fajar menyampaikan ucapan terima kasih kepada teman-temannya, meminta maaf, serta menyampaikan harapan agar dunia menjadi tempat yang lebih ramah bagi mereka yang berada dalam kondisi lemah.
Ia juga menyebut unggahannya telah dijadwalkan dan tidak akan ada orang yang mengelola akun tersebut setelah dirinya pergi.
